#bpjamsostek#jaminansosial#beritalampung#agenperisai

BPJamsostek Sosialisasikan Peningkatan Manfaat JKK-JKM ke Agen Perisai

( kata)
BPJamsostek Sosialisasikan Peningkatan Manfaat JKK-JKM ke Agen Perisai
Kepala BPJamsostek Bandar Lampung Widodo (tengah) didampingi Kepala Pemasaran Aziz Muslim dan Kepala Pelayanan Trisiana saat sosialisasi peningkatan manfaat JKK-JKM ke agen perisai. Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) melaksanakan kegiatan rutin setiap enam bulan sekali dalam agenda sosialisasi peningkatan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan sesuai PP Nomor 82 Tahun 2019, serta monitoring dan evaluasi Agen Perisai di Hotel Golden Tulip, Rabu, 29 Januari 2020.

Dalam kegiatan yang menghadirkan sekitar 38 agen itu, BPJamsostek memberikan arahan dan pemahaman mengenai keuntungan dan jaminan bagi pekerja untuk dapat melindungi diri dari kejadian yang tidak diinginkan selama bekerja seperti kecelakaan kerja yang tercover dalam program jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM).

"Kami lakukan sosialisasi untuk agen yakni penggerak jaminan sosial Indonesia, untuk memberikan dampingan dan arahan kepada pekerja yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Serta memahami keuntungan dan kelebihan peserta baik pekerja formal (perusahaan) atau informal (tidak tetap)," kata Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandar Lampung Widodo.

Ia menjelaskan bahwa acara tersebut sebagai wujud pengenalan bahwa adanya perubahan peraturan pemerintah mengenai jaminan kematian (JKM) yang semulanya berjumlah Rp24 juta menjadi Rp42 juta.

"Sesuai PP No 82 Tahun 2019 dimana yang sebelumnya perserta mendapatkan jaminan kematian senilai Rp24 juta menjadi Rp42 juta. Selain itu juga ada tunjungan beasiswa bagi anak peserta sejumlah dua anak hingga perguruan tinggi," ujar dia.

Adapun acara tersebut mengajak dan memprioritaskan pekerja informal seperti pedagang, petani, dan nelayan yang notabene sebagai usaha skala kecil dan mikro untuk dapat bergabung dan mengutamakan keselamatan dalam bekerja.

"Karena untuk pekerja informal kami sangat utamakan karena pendaftarannya pun cukup dengan fotokopi KK dan KTP, akan terdaftar dengan iuran yang murah yakni Rp16 ribuan tiap bulannya," kata dia.

Sedangkan untuk peserta yang bekerja formal yang memiliki perusahaan, persyaratan berbeda yakni dengan menunjukkan fotokopi KK, KTP serta NPWP.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar