#jaminansosial#bpjsketenagakerjaan#bpjamsostek#santuankematian

BPJamsostek Lamteng-Dishub Kembali Serahkan Santunan Kematian ke Ahli Waris Peserta

( kata)
BPJamsostek Lamteng-Dishub Kembali Serahkan Santunan Kematian ke Ahli Waris Peserta
Penyerahan santunan kematian program JKM kepada ahli waris. Foto: Dok/BPJSTK

Gunung Sugih (Lampost.co):Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Lampung Tengah bersama Dinas Perhubungan kembali menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris salah satu peserta yang terdaftar melalui Dinas Perhubungan yang melakukan pengujian kendaraan bermotor/uji kir kendaraan.

Almarhum yang bernama Ahmad Fauzi yang berprofesi sebagai sopir terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan saat melakukan perpanjangan kirkendaraan di Dinas Perhubungan Lampung Tengah pada 16 Mei 2019 dan meninggal dunia pada 21 Agustus 2019. Liyana selaku istri almarhum yang baru mengetahui suaminya terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan langsung melakukan konfirmasi kepada BPJS Ketenagakerjaan dan ternyata almarhum masih dalam masa tenggang dan masih terlindungi oleh program BPJS Ketenagakerjaan.

Penyerahan santunan tersebut dilakukan di Kantor Dinas Perhubungan Lampung Tengah pada31 Oktober 2019. Penyerahan santunan kepada ahli waris diserahkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Lamteng Syukur Kersana.

“Jadi kepada ibu Liyana selaku ahli waris dari almarhum. Dulu almarhum saat melakukan perpanjangan kir kendaraan juga mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Siapa yang menyangka bahwa almarhum masih meninggalkan sesuatu buat ibu untuk meneruskan keberlangsungan kehidupan ibu sehari-hari. Ini merupakan salah satu manfaat ketika menjadi peserta dari BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Syukur.

Syukur mengatakan penyerahan santunan seperti yang dilakukan tersebut merupakan kesekian kalinya. Hal ini menunjukkan bahwa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sangatlah penting bagi para pekerja yang memiliki resiko tinggi terhadap pekerjaannya.

“Saya juga sangat berbangga dapat menjadi mitra BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung atau mengkampanyekan jaminan sosial tenaga kerja kepada seluruh pekerja. Dengan ini kami Dinas Perhubungan ingin memberikan perlindungan kepada para sopir dengan cara mendaftarkan para sopir yang melakukan perpanjangan kir atau izin trayek, sehingga mereka mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan cabang Lampung Tengah, Widodo yang turut hadir dan mendampingi penyerahan santunan tersebut, mengatakan bahwa almarhum masih terlindungi oleh program BPJS Ketenagkerjaan. “Almarhum mendaftarkan dirinya menjadi peserta BPJS Ketenagkerjaan untuk 3 bulan dan kejadian meninggal dunia pada bulan ketiga yaitu bulan Agustus, sehingga almarhum masih terlindungi, dan si ahli waris baru mengetahui bahwa almarhum terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan baru ini bisa melakukan pengajuan klaim. Semoga santunan yang ditinggalkan oleh almarhum dapat membantu keberlangsungan hidup si ahli waris,” ujar Widodo.

Widodo menjelaskan hasil kerja sama dengan Dinas Pehubungan dalam melindungi para pekerja rentan resiko sangat berjalan dengan baik. "Besar harapan kami kepada instansidan dinas-dinas lain juga dapat menjalin kerja sama yang bisa memberikan perlindungan kepada masyarakat pekerja," tandasnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar