#bpjamsostek#jaminansosial#beritalampung#honorer

BPJamsostek Gandeng RSUD Dr A. Dadi Tjokrodipo Jadi Pusat Layanan Kecelakaan Kerja Bagi Peserta

( kata)
BPJamsostek Gandeng RSUD Dr A. Dadi Tjokrodipo Jadi Pusat Layanan Kecelakaan Kerja Bagi Peserta
Sosialisasi program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan di RSUD Dr A.Dadi Tjokrodipo, Kamis, 16 Januari 2020. Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) cabang Bandar Lampung melaksanakan sosialisasi program jaminan sosial kepada pegawai honorer dan pegawai petugas kebersihan di RSUD Dr A.Dadi Tjokrodipo, Kamis, 16 Januari 2020. Acara ini dalam rangka memberikan pengetahuan kepada pegawai honorer bahwa mereka juga berhak mendapatkan perlindungan dalam bekerja.

Kepala kantor BPJS Ketenagakerjaan Bandar Lampung Widodo mengatakan berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, setiap pekerja wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"BPJS Ketenagakerjaan mendapat amanah undang-undang untuk menyelenggarakan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP). Saat ini, BPJS Ketenagakerjaan telah meningkatkan manfaat program JKK dan JKM sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019," terang Widodo.

PP baru tersebut, lanjut dia, merupakan perubahan atas PP No.44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program JKK dan JKM yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2019. Manfaat yang akan diterima pekerja tentunya yang aktif dalam membayar iuran dan terdaftar sebagai peserta BPJamsostek.

Widodo mengatakan JKK selama ini telah hadir dengan manfaat lengkap, diantaranya perawatan dan pengobatan tanpa batasan biaya sesuai kebutuhan medis, bantuan biaya transportasi korban kecelakaan kerja, dan santunan pengganti upah selama tidak bekerja. Kemudian santunan kematian sebesar 48 x upah, santunan cacat total hingga maksimal sebesar 56 x upah, bantuan beasiswa, hingga manfaat pendampingan dan pelatihan untuk persiapan kembali bekerja (return to work).

"Peningkatan manfaat JKK diantaranya berupa santunan pengganti upah selama tidak bekerja, nilainya ditingkatkan 100% untuk 12 bulan dari sebelumnya 6 bulan dan seterusnya sebesar 50% hingga sembuh," kata dia.

Selanjutnya biaya transportasi untuk mengangkut korban yang mengalami kecelakaan kerja juga ditingkatkan, untuk angkutan darat dari Rp1 juta menjadi maksimal Rp5 juta, angkutan laut dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dan angkutan udara yang semula Rp2,5 juta menjadi Rp 10 juta. Bantuan beasiswa juga ditingkatkan cukup signifikan. Jika sebelumnya Rp12 juta untuk satu anak, saat ini maksimal Rp174 juta untuk dua anak, sehingga kenaikannya mencapai 1350%.

“Beasiswa ini diberikan sejak taman kanak-kanak sampai kuliah S1,” ujar Laras, pegawai BPJS Ketenagakerjaan Bandar Lampung.

Dalam PP baru tersebut juga ada manfaat JKK dengan perawatan di rumah alias home care. Peningkatan biaya home care dapat mencapai maksimal Rp 20 juta per tahun untuk setiap kasus, dan diberikan kepada peserta yang tidak memungkinkan melanjutkan pengobatan ke rumah sakit.

Sedangkan peningkatan manfaat program JKM, jika selama ini yang diterima ahli waris Rp24 juta, saat ini menjadi Rp42 juta. Hal ini tentu sangat membantu meringankan beban pekerja dan keluarga yang mengalami risiko kecelakaan kerja dan kematian, serta merupakan bukti nyata kehadiran negara untuk memberikan perlindungan bagi pekerja formal dan informal.

"Selanjutnya RSUD Dr A.Dadi Tjokrodipo akan menjadi pusat layanan kecelakaan kerja BPJamsostek untuk memberikan pelayanan kepada seluruh pekerja, khususnya pekerja honor Pemkot Bandar Lampung sehingga bisa memenuhi income rumah sakit tersebut," kata Laras.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar