#bpjamsostek#jaminansosial#bpjsketenagakerjaan#ekbis

BPJamsostek Bandar Lampung Sosialisasikan Program Jaminan Sosial ke Aparatur Desa Balinuraga

( kata)
BPJamsostek Bandar Lampung Sosialisasikan Program Jaminan Sosial ke Aparatur Desa Balinuraga
Sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan kepada aparatur Desa Balinuraga, Lampung Selatan. Foto: Dok/BPJamsostek

Kalianda (Lampost.co): Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Kantor Cabang Bandar Lampung menyosialisasikan pemanfaatan jaminan sosial bagi aparatur desa.

Kegiatan ini dilaksanakan di kantor Desa Balinuraga, Kecamatan Waypanji, Lampung Selatan, Rabu, 13 November 2019 dalam pertemuan Aparatur Pemerintahan Desa, pengurus RT dan pengurus RW didesa setempet. Agenda dibuka Kepala Desa Balinuraga Made Suwede.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandar Lampung Widodo yang diwakili stafnya, Ria menyampaikan BPJS Ketenagakerjaan sebagai penyelenggara negara ingin memastikan kesejahteraan bagi seluruh pekerja dapat terwujud, termasuk bagi para aparatur desa.

Dalam kesempatan itu, aparatur pemerintahan desa, pengurus RT dan RW mendapat sosialisasi tentang manfaat yang didapat jika ikut serta dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Aparatur Pemerintahan Desa, pengurus RT dan RW akan terlindungi oleh program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

“Dengan terlindunginya jaminan sosial aparatur desa di Desa Balinuraga, diharapkan dapat memberikan rasa aman saat bekerja. Sehingga aparatur desa dapat bekerja dengan lebih produktif dalam membangun desanya,” kata dia.

Dengan sosialisasi tersebut pihaknya berharap dapat meningkatkan kesadaran aparatur desa dan masyarakat Desa Balinuraga mengenai pentingnya perlindungan kaminan sosial ketenagakerjaan.

Lebih lanjut, dia menjelaskan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) menjamin peserta agar memperoleh pelayanan kesehatan dan juga santunan uang tunai jika menderita penyakit akibat kerja dan mengalami kecelakaan kerja.

"Jika peserta mengalami kecelakaan kerja, maka kita berikan biaya pengobatan atau perawatan dengan jumlah biaya yang tak terbatas atau unlimited. Kita urus semua biayanya sampai sembuh total dan siap masuk bekerja kembali," kata dia.

Selanjutnya untuk program Jaminan Kematian (JKM), peserta akan menerima santunan kematian yang dibayarkan kepada ahli waris dari peserta jika meninggal dunia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar