#bpjamsostek#jaminansosial#vokasipekerja

BPJamsostek Bandar Lampung Gelar Vokasi Pekerja Secara Online di Tengah Pandemi Covid-19

( kata)
BPJamsostek Bandar Lampung Gelar Vokasi Pekerja Secara Online di Tengah Pandemi Covid-19
Vokasi pekerja dilakukan secara daring oleh BPJS Ketenagakerjaan Bandar Lampung. Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Untuk pertama kalinya, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) cabang Bandar Lampung melaksanakan program vokasi pekerja secara online atau tanpa tatap muka, Rabu, 6 Mei 2020. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan dan memutus mata rantai penularan virus korona atau Covid-19.

Vokasi yang ditujukan bagi para pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) yang digelar secara daring (dalam jaringan) tersebut dibuka kelas pelatihan komputer.

"Sebalum ada pandemi Covid-9, pelaksanaan vokasi dilakukan normal dengan tatap muka. Tapi selama pandemi korona ini kan tidak bisa berkumpul dengan bertatap muka. Jadi kelas pelatihannya menggunakan metode daring atau online," kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bandar Lampung Widodo.

Program pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan beberapa Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yakni LP3I.

Widodo mengatakan BPJS Ketenagakerjaan Bandar Lampung saat ini membuka pelatihan vokasi empat kelas diantaranya administrasi perkantoran, komputer dan perkantoran, tata rias pengantin, dan tata busana. "Namun, selama pandemi covid-19 kelasyang memungkinkan digelar online yakni kelas komputer," kata dia.

Dia mengatakan untuk mengikuti vokasi pekerja secara daring tersebut, syarat dan ketentuan tetap sama dengan vokasi yang dilakukan secara bertatap muka, diantaranya berwarga negara Indonesia dengan nomor induk kependudukan yang valid. Selain itu, kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan minimal 2 tahun, mengalami PHK baik karena berakhirnya kontrak kerja atau kejadian tertentu, status non aktif baik yang belum atau sudah mengambil atau mencairkan JHT, masa berhenti kerja minimal 1 bulan dan maksimal 24 bulan, ketentuan upah minimal sesuai UMK, dan usia maksimal 40 tahun.

Persyaratan yang dikirimkan saat mengikuti pelatihan vokasi diantaranya foto 3x4 sebanyak 5 lembar, foto KTP, foto kartu BPJS Ketenagakerjaan, foto surat keterangan kerja terakhir, foto Kartu keluarga, dan fotoi ijazah terakhir.

"Semua peserta yang ikut vokasi akan mendapatkan sertifikat BNSP. Harapan kami dengan vokasi ini dapat membantu penyerapan tenaga kerja ataupun peningkatan ekonomi warga karena banyak para peserta yang kita harapkan membuka beberapa jenis usaha yang telah mereka pelajari dari program vokasi yang kami gelar ini," tutup Widodo.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar