#anggarancovid-19#Covid-19

BPBD Tubaba Serap Anggaran Covid-19 sesuai Kebutuhan di Lapangan

( kata)
BPBD Tubaba Serap Anggaran Covid-19 sesuai Kebutuhan di Lapangan
Posko Gugus Tugas Covid-19 Tubaba di komplek Islamic Center Tubaba.Lampost.co/Merwan


Panaragan (Lampost.co) -- Semua pejabat eselon II dan III Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat yang ditugaskan di sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19  tidak diberi uang piket. Uang piket hanya diberikan kepada anggota PMI, Pol PP serta anggota Polri dan TNI.

"Kalau pejabat yang piket hanya diberi makan nasi kotak dan kopi. Kalau uang piket untuk pejabat egngak ada," ujar Kepala Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Tulangbawang Barat (Tubaba) Nisom saat dimintai keterangan terkait penggunaan dana Covid-19, Kamis malam, 18 Juni 2020.

Dia menjelaskan dalam menggunakan dana covid-19, pihaknya sangat berhati-hati karena khawatir terjerat hukum. "Dalam menggunakan anggaran covid-19, saya tidak mau main-main, makanya dana yang saya serap sesuai dengan penggunaan di lapangan," ujarnya.

Dia menyatakan sampai dengan Kamis, 18 Juni 2020, BPBD baru menyerap Rp251 juta anggaran covid-19. Anggaran terbesar digunakan untuk kepentingan sekretariat gugus tugas kabupaten yang ditempatkan di komplek Islamic Center.

"Anggaran Rp251 juta ini kami gunakan untuk makan minum sekretariat, uang piket, penyemprotan, dan sosialisasi pencegahan covid melalui banner dan woro-woro," ujarnya.

Perlu diketahui, penanganan covid-19 di kabupaten setempat sudah menghabiskan anggaran Rp11,9 miliar dari total anggaran yang disiapkan Rp30,9 miliar atau 38 persen.

Sementara itu, jumlah pasien yang positif covid-19 tercatat empat kasus dan keseluruhannya telah dinyatakan sembuh setelah dilakukan isolasi di RSUD Tubaba. Semuanya masuk klaster Gowa.

Anggaran belanja tidak terduga (BTT) khusus covid-19 dari APBD 2020 tersebut digunakan untuk bantuan sosial (bansos) Rp7,5 miliar, kesehatan Rp3,2 miliar, pertanian Rp880,9 juta, dan bantuan operasional satgas gugus tugas (BPBD) Rp251,6 juta.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar