#bmkg#prakiraancuaca#bencanaalam#tsunami

BPBD Lampung Siap Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem dan Potensi Tsunami

( kata)
BPBD Lampung Siap Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem dan Potensi Tsunami
Plt. Kepala BPBD Provinsi Lampung, Indra Utama. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co): Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung siap siaga untuk menghadapi cuaca ekstrem bahkan potensi tsunami yang bisa saja terjadi kapan saja. Apalagi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan mengenai adanya potensi tsunami dalam pekan ini.

BMKG menyampaikan peringatan dini mengenai adanya pergerakan lempeng tektonik cukup aktif di wilayah Indo-Australia dengan Eurasia yang mengarah pada potensi gempa yang dapat menimbulkan tsunami di selatan Pulau Jawa.

Baca juga: BMKG Imbau Warga Lampung Waspadai Potensi Tsunami

Plt. Kepala BPBD Provinsi Lampung Indra Utama mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota mengenai peringatan adanya potesi tsunami dari BMKG. Saat ini berapa lokasi sudah di pasang alat peringatan dini atau early warning system (EWS) dan berberapa jalur-jalur evakuasi sudah dipasang rambu. 

"Secara umum daerah yang tinggi ancaman atau lokasi dengan potensi ancaman tinggi tsunami sudah di sosialisasi melalui BPBD Provinsi maupun BPBD kabupaten/kota dengan terbentuknya desa tanguh bencana. Sedangkan dari Dinas Sosial dengan membentuk Desa Siaga Bencana," katanya kepada Lampung Post, Senin, 28 September 2020.

Kemudian ia mengatakan bahwa BPBD provinsi/kabupaten/kota di Lampung juga sudah pernah melakukan gladi lapangan yang melibatkan stakeholder dan masyarakat pesisir pantai di Mutun. Selanjutnya khusus di Kabupaten Lampung Selatan telah melakukan gladi lapangan bila terjadi tsunami.

"Alat pendeteksi tsunami dalam kondisi baik saat ini, ada di Selat Sunda," kata Sekretaris BPBD Provinsi Lampung ini.

Ia mengingatakan kepada semua pihak untuk bersiap siaga menghadapi kemungkinan bencana yang mungkin saja bisa terjadi. Penanggulangan bencana sangat diperlukan adanya koordinasi semua pihak, tidak mungkin dilaksanakan hanya oleh satu lembaga. Pihaknya juga senantiasa siap siaga terhadap bencana yang bisa datang kapan dan dimana saja.

"Kita terus melakukan kesiapsiagaan, mengenali ancaman dan memprediksi sebelum terjadinya bencana, mencegah bencana, mampu mengurangi dampaknya, mampu menanggulangi secara efektif dan setelah bencana terjadi, mampu pulih kembali," kata Indra Utama.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar