#BENCANA#BERITALAMPUNG

BPBD Lampung Ajak Semua Pihak Bersinergi Antisipasi Bencana

( kata)
BPBD Lampung Ajak Semua Pihak Bersinergi Antisipasi Bencana
Ilustrasi:Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mengajak semua pihak untuk bersinergi melakukan langkah-langkah antisipasi bencana yang bisa terjadi di Bumi Ruwai Jurai.

Apalagi Indonesia memiliki potensi bencana yang perlu disikapi serius. Apalagi Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan lempeng Pasifik. Begitupun Provinsi Lampung yang memiliki Indeks Risiko Bencana Indonesia dalam kategori kelas risiko yang tinggi.

Berdasarkan data dari Geoportal Data Bencana Indonesia di gis.bnpb.go.id periode April 2021 ini ada 9 kejadian bencana puting beliung di Lampung yakni pada 8 April 2021 tersebar di Tegineneng Pesawaran; Natar, Lampung Selatan; Sekampung, Lampung Timur. Kemudian pada 9 April 2021 tersebar di Sragi, Lampung Selatan; Tegineneng, Pesawaran, pada 10 April 2021 di Candipuro Lampung Selatan; pada 11 April 2021 di Buminabung Lampung Tengah, 12 April 2021 di Way Jepara Lampung Timur; dan pada 15 April 2021 di Batanghari Nuban Lampung Timur.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Rudi Syawal Sugiarto, mengatakan pihaknya melakukan langkah-langkah mengenai kesiapsiagaan bencana. Pertama, penyebarluasan informasi peringatan dari BMKG atau BNPB. Kedua, kordinasi intens dengan BPBD Kabupaten/Kota terkait inventarisasi dan sarana prasarana dan sumber daya manusia.

Ketiga, koordinasi dengan lembaga dan relawan daerah (Forum Rescure Lampung) terkait sarana prasarana dan sumber daya manusia. Keempat, koordinasi dengan RAPI Lampung terkait pemantauan informasi kejadian bencana di Kabupaten/Kota di Lampung melalui radio komunikasi.

"Perhatian khusus kepada daerah dengan risiko tinggi bencana," katanya kepada Lampost di ruang kerja, Senin, 19 April 2021.


Dalam kajian Risiko Bencana Indonesia (RSI) yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ada beberapa pemetaan daerah Provinsi Lampung yang berpotensi gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir, tanah longsor, kekeringan, risiko kebakaran lahan dan hutan, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, dan abrasi serta banjir bandang.


Untuk tingkat kabupaten/kota, untuk kategori kelas risiko tinggi yakni Lampung Barat, Lampung Timur, Tanggamus, Tulangbawang, Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan. Kemudian untuk kategori kelas sedang yakni Lampung Tengah, Lampung Utara, Mesuji, Tulangbawang Barat, Way Kanan, Metro, dan Pringsewu. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar