#bencanaalam#BPBD

BPBD Catat 72 Kejadian Bencana di Lambar Sepanjang 2021

( kata)
BPBD Catat 72 Kejadian Bencana di Lambar Sepanjang 2021
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Barat, Maidar. Dok Lampost.co


Liwa (Lampost.co) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Barat mencatat sebanyak 72 kejadian bencana di Lampung Barat sepanjang 2021.

Kepala BPBD setempat, Maidar mengatakan 72 bencana yang terjadi sepanjang 2021 tersebut antara lain kebakaran, longsor, gempa bumi, banjir, pohon tumbang, dan korban tenggelam.

“Dari Januari hingga saat ini tercatat 72 bencana yang terjadi di Kabupaten Lambar dengan total kerugian mencapai Rp1,707 miliar,” kata Maidar, Kamis, 30 Desember 2021.

Ia menjelaskan, kejadian bencana itu didominasi oleh bencana longsor yakni sebanyak 19 kejadian yang rata-rata berdampak kepada fasilitas umum yaitu jalan raya. Lalu 13 kejadian bencana diantaranya adalah kejadian gempa bumi. Kemudian pohon tumbang 13 kasus, bencana kebakaran 10 kasus, bencana banjir sebanyak 9 kasus. Sisanya bervariasi ada kasus bencana konflik gajah liar dengan manusia dan bencana orang tenggelam.

Dari 72 kejadian bencana sepanjang 2021 itu, kata dia, terdapat satu korban jiwa akibat peristiwa tenggelam di Kecamatan Kebuntebu yang terjadi diawal tahun lalu. Kemudian 29 rumah terdampak banjir.

Kemudian dari bencana kebakaran dan konflik satwa liar juga menimbulkan 9 rumah yang mengalami rusak berat. Lalu ada kejadian kebakaran lahan mengakibatkan 6,75 lahan rusak karena terbakar dan lain sebagainya.

Berdasarkan data rekapitulasi kejadian bencana itu, kata dia, kejadian bencana ke-72 kali di Lambar itu, rinciannya tujuh bencana terjadi di Januari, dua bencana di Februari, tujuh bencana terjadi di Maret, 11 bencana di April, sembilan bencana di Mei, dan tiga bencana terjadi di Juni dan tiga bencana terjadi di Agustus.

Kemudian September satu kasus, Oktober lima kasus, November 1 kasus dan Desember telah tercatat tiga kasus.

"Sepanjang 2021 ini hanya dibulan Juli saja yang tidak terdapat laporan kasus bencana," kata dia.

Maidar menambahkan, meskipun saat ini masih terjadi musim hujan namun ia berharap tidak ada lagi tambahan kasus bencana.

"Mudah-mudahan di ujung tahun ini tidak ada kejadian bencana," kata dia.

Kendati demikian ia tetap mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada apalagi Lambar ini adalah daerah yang rawan bencana, baik longsor, pohon tumbang, gempa bumi dan lainya.

Mengingat wilayah Lambar merupakan daerah rawan bencana karena itu pihaknya terus mengimbau agar masyarakat tetap waspada terlebih saat ini curah hujan masih tinggi.

Winarko







Berita Terkait



Komentar