#kekeringan#airbersih#bandarlampung#bpbd

BPBD Bandar Lampung Giat Salurkan Air Bersih untuk Warga

( kata)
BPBD Bandar Lampung Giat Salurkan Air Bersih untuk Warga
dok Lampost.co

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sejak dimulainya perubahan musim dari penghujan menuju kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, mulai lakukan penyaluran air bersih bagi warga yang mengalami kesulitan memperoleh air untuk kegiatan sehari-hari.

Kepala BPBD Bandar Lampung Samsul Rahman, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Sutarno, mengatakan  berdasarkan data yang ada pada badan setempat, penyaluran air bersih mulai dilakukan sejak bulan Juni lalu.

Jumlah permintaan terus bertambah seiring mulai masuk pertengahan musim kemarau tepatnya di bulan Agustus ini. Dimana kondisi tersebut berdampak bagi warga yang kesehariannya membutuhkan pasokan air bersih.

"Untuk bulan Juni permintaan air bersih mulai di tanggal 26 yaitu di Kecamatan Sukabumi dan Kedamaian. Lalu di tanggal 29 ada 3 lokasi di Kecamatan Sukabumi, Kelurahan Kampung Baru dan Campang Jaya. Dan Kecamatan Kedamaian," ujar Sutarno, Rabu, 28 Agustus 2019.

Selanjutnya di bulan Juli, permintaan air bersih dari masyarakat terus bertambah. Bulan Juli berdasarkan data BPBD Kota, terdapat 11 permintaan air bersih,  dimulai sejak tanggal 2 sampai 31 Juli.

"Tanggal 2 di Kecamatan Sukabumi, tanggal 5 Kedamaian, tanggal 6 Tanjungkarang Timur, 7 Sukabumi, 8 Sukabumi, 11 Sukabumi, 14 Sukabumi, 16 Kemiling, 17 Bumiwaras, 20 Sukabumi, dan tanggal 31 Juli di Kemiling," jelasnya.

Menurutnya, dalam sehari terkadang permintaan air bersih bisa didua lokasi atau dua Kecamatan bahkan lebih. Tergantung dari jumlah permintaan, yang diusulkan oleh masing-masing kepala RT lingkungan yang terdampak kekeringan.

"Dibulan Agustus ini,  sampai ditanggal 28 sudah ada 26 permintaan air bersih dari warga. Dimana setiap pengiriman air bersih kita kirimkan satu mobil air bersih,  berkapasitas 5000 liter untuk satu Kecamatan, dan sistem pembagian diserahkan kepada RT masing-masing," kata dia.

Selama musim kemarau ini juga pihaknya menerangkan, kerap terjadi peristiwa kebakaran. Dimana lokasi kebakaran didominasi oleh lahan kosong atau alang-alang yang terbakar. 

"Untuk pemukiman rumah warga sepanjang Agustus ini sebanyak 5 peristiwa dilokasi yang berada. Pertama di Perumnas Way Halim, lalu Bumiwaras, Kedaton, Kedamaian dan Labuhan Ratu," kata dia.  

 

Deta Citrawan



Berita Terkait



Komentar