#BERITABANDARLAMPUNG#PEKERJAMIGRAN#TKI

BP2MI Sosialisasikan Pentingnya Perlindungan Pekerja Migran

( kata)
BP2MI Sosialisasikan Pentingnya Perlindungan Pekerja Migran
Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani saat berkunjung ke kantor Lampung Post dan diterima Direktur Utama PT Masa Kini Mandiri (Lampung Post) Abdul Kohar, Selasa, 23 Maret 2021. (Lampost.co/Umar Robbani)


Bandar Lampung (lampost.co) -- Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyosialisasikan pentingnya memberi perlindungan bagi pekerja migran Indonesia (PMI). Hal itu disampaikan oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat melakukan kunjungan ke kantor Lampung Post, Selasa, 23 Maret 2021.

Pada kesempatan itu, Benny menyampaikan, saat ini pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memberi pelatihan dan pendidikan bagi para calon PMI. Hal itu agar masyarakat bisa menghindari penyaluran tenaga kerja ilegal.

Menurutnya, belum ada pemerintah daerah yang menjalankan kewajiban itu. Hingga kini, baru Provinsi Jawa Timur yang mulai menjalankan amanat undang-undang itu.

"Ini sedang kami sosialisasikan di di 34 provinsi termasuk Lampung," ujarnya.

Ia mengatakan, Lampung termasuk dalam lima besar secara nasional penyalur tenaga kerja migran yakni 117 ribu orang. Namun, menurutnya, ada lebih dari itu yang melewati jalur ilegal.

"Saya rasa semua harus sama-sama menjadikan jaringan ilegal ini menjadi musuh bersama untuk melindungi masyarakat dari perdagangan manusia," kata Benny. 

Di sisi lain, Direktur Utama PT Masa Kini Mandiri (Lampung Post), Abdul Kohar, menyampaikan, berdasarkan google analytic media massa tertua di Lampung itu memiliki pembaca dari luar negeri. Hal itu berarti Lampung Post menjadi rujukan mencari informasi bagi PMI khususnya mereka yang berasal dari Lampung.

Menurutnya, PMI harus diperlakukan secara VIP. Hal itu karena PMI menjadi penyumbang devisa negara terbesar kedua setelah migas yakni Rp157,6 triliun per tahun.

"Kami siap mensupport sosialisasi BP2MI agar daerah juga turut memberikan pendidikan dan pelatihan serta perlindungan bagi para calon PMI," tuturnya.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar