#penahanan

Bos Sopir Arsiman Dilaporkan ke Polda Lampung

( kata)
Bos Sopir Arsiman Dilaporkan ke Polda Lampung
Direktur LBH Bandar Lampung, Sumaindra Jarwadi saat berada di Mapolda Lampung, Rabu, 25 Januari 2022. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Bandar Lampung melaporkan sosok yang meminta pihak Polsek Tanjungkarang Barat menahan sopir Arsiman selama delapan hari tanpa status hukum.

Direktur LBH Bandar Lampung, Sumaindra Jarwadi mengatakan, kedatangannya bersama keluarga Arsiman terkait adanya dugaan perampasan hak kemerdekaan yang dilakukan pimpinan PT Sindek Express alias bos Arsiman sendiri. 

"Jadi siapa pimpinan yang meminta polsek untuk menahan Arsiman, apakah inisial H, B, atau ada yang lain? Mohon segera diselidiki dan ditahan," katanya, Rabu, 26 Januari 2022.

Baca: Sopir Arsiman Jadi Tersangka Kasus Penggelapan

 

Menurut dia, sesuai Pasal 333 ayat 1 KUHP tentang perampasan kemerdekaan, barang siapa dengan sengaja merampas kemerdekaan orang lain secara melawan hukum maka diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun.

"Kita minta juga semua yang terlibat untuk dapat dijerat hukum. Karena ini juga masuk dalam ranah penculikan," katanya.

Ia juga menilai penangkapan Arsiman oleh Polres Indra giri Huru, Provinsi Riau sangat dipaksakan. Sebab, dari proses laporan pada 19 Januari 2022 hingga penangkapan pada 25 Januari 2022, belum sekalipun dilakukan pemanggilan dan pemanggilan terhadap Arsiman.

"Kita lihat di situ hanya enam hari polisi bergerak cepat. Sedangkan laporan kita di polisi banyak yang mangkrak berbulan-bulan dan tidak kejelasan terhadap proses perkaranya," katanya.

Sementara itu, istri Arsiman, Daltini mengatakan, saat ini suaminya sudah dibawa ke ke Riau. Dan sampai saat ini, nomor ponsel suaminya itu belum dapat dihubungi. 

"Tahu-tahu kemarin sudah dibawa polisi," katanya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar