#PoldaLampung#KasusCulaBadak

Bongkar Kasus Cula Badak, Polda Raih Penghargaan

( kata)
Bongkar Kasus Cula Badak, Polda Raih Penghargaan
Proses pemberian penghargaan. (Foto: Dok IStimewa)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Penghargaan itu diterima Polda Lampung atas pengungkapan kasus perdagangan cula badak yang terungkap November 2018 lalu. Penghargaan diberikan pada Senin, 9 September 2019 siang di ruang Direktorat Krimsus Polda Lampung.

Penghargaan diberikan Kabid Tekhnis Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) mewakili Dirjen KSDAE kepada Dirreskrimsus Kombes Pol Surbakti dan Kasubdit IV Tipiter AKBP Daniel Binsar Manurung mewakili Kapolda Irjend Pol Purwadi Arianto dan Wakapolda Brigjend Pol Sudarsono.

Menurut Binsar, Polda Lampung lewat Ditreskrimsus mendapatkan atensi berupa penghargaan dari Dirjen KSDAE atas pengungkapan perburuan dan perdagangan bagian tubuh satwa liar yang dilindungi yakni kasus cula badak.

"Ini adalah penghargaan dari Dirjen atas effort kita semua karena pengungkapan tidak hanya Subdit IV Ditreskrimsus. Tapi kita dibantu stake holder terkait mulai dari TNBBS, WCS, YABI dan berbagai NGO bergerak dalam perlindungan satwa liar yang memberi informasi lalu kami lakukan under cover buy," kata Daniel Binsar mewakili Dirreskrimsus Kombespol Subakti, Senin 9 September 2019.

Sebelumnya dilakukan test DNA di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME), yakni lembaga penelitian biologi molekuler berstatus satuan kerja di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Hasilnya benar sebuah cula, dan ini pertama kali terbukti benar-benar cula badak (sebelumnya tergolong palsu atau belum dapat pengesahan dari hasil test DNA -red). Sehingga pengungkapan cula badak ini termasuk prestasi luar biasa.

"Kasus tersebut terungkap November 2018 di Krui setelah proses penyelidikan panjang menguras waktu dan kemampuan berdiplomasi karena cula badak tersebut asalnya dari Bengkulu hasil perburuan liar. Hasil test DNA menunjukkan cula badak tersebut milik badak Sumatera berusia sekitar lima tahun yang diambil dengan cara dibunuh dahulu baru diambil bagian culanya,"

Perwakilan KSDAE dark Kasi P3 Perencanaan, perlindungan dan pengawetan Balai Besar TNBBS Wawan Gunawan mengatakan, pemberian penghargaan ini sebagai apresiasi atas keseriusan Polda Lampung khususnya Ditreskrimsus yang mampu mengungkap kasus perdagangan dan perburuan satwa liar, dan Polda Lampung terus konsisten mengungkap perdagangan tubuh hewan.

“Tanpa ada bantuan Polda Lampung tentunya sulit terungkap, kami sudah lakukan sosialisasi dengan pihak terkait satwa liar yang dilindungi. Kemudian terkait batas-batas kawasan dan tumbuhan yang dilindungi," tuturnya.

Asrul Septian Malik

Berita Terkait

Komentar