dpo

Bogel Ditangkap Usai Jadi Buronan Polsek Gadingrejo

( kata)
Bogel Ditangkap Usai Jadi Buronan Polsek Gadingrejo
SO alias Bigel pelaku penganiayaan di amankan Polsek Gadingrejo di Bandarlampung. Dok

Pringsewu (Lampost.co) -- SO alias Bugel (40), warga Pekon Bulukarto Kec. Gadingrejo Kab. Pringsewu, yang menjadi daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus penganiayaan, ditangkap jajaran Reskrim Polsek Gadingrejo, Sabtu, 6 Juni 2020.

Kapolsek Gadingrejo AKP. Anton Saputra, mewakili kapolres Pringsewu AKBP. Hamid Andri Soemantri, mengatakan penangkapan SO alias Bugel merupakan tindaklanjut atas laporan korban Ali Amsyah (40) warga Kelurahan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu ke Polsek Gadingrejo pada 19 Maret 2020.

Kapolsek menjelaskan, dari laporan korban, terungkap pada 19 Maret 2020 sekitar pukul  19.30 WIB, saat korban di Pekon Yogyakarta Selatan, Kecamatan Gadingrejo, mengaku telah dianiaya dengan cara ditusuk menggunakan sebilah pisau di bagian lengan sebelah kiri oleh SO alias Bubel.

Kemudian setelah melakukan penusukan, pelaku langsung kabur dan bersembunyi. Namun pada  Sabtu, 6 Juni 2020, polisi mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di wilayah Kelurahan Tanjung Seneng, Kecamatan Tanjung Seneng, Bandar Lampung.

"Atas informasi itulah maka petugas Polsek Gadingrejo dengan di back Up personil Unit Reskrim Polsek Kedaton, langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku," katanya.

Dari hasil pemeriksaan kata Kapolsek, SO alias Bugel, alasan melakukan penusukan terhadap korban karena tidak senang dengan tindakan korban membentak-bentak keponakan pelaku, yang disebabkan adanya cekcok antara korban dengan keponakan pelaku.

"Saat pelaku melihat korban sedang cekcok dengan keponakanya, pelaku langsung mengambil sebilah pisau yang diletakkan di dalam bagasi sepeda motornya, dan langsung mendekati korban langsung menusuk ke korban sebanyak satu kali," ungkapnya.

Kapolsek menambahkan korban ditusuk pada bagian lengan kiri. Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, pelaku langsung diamankan ke Mapolsek dan di tuntut dengan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar