Tewaspohonrubuh

Bocah SD di Sragi Tewas Tertimpa Pohon Nangka

( kata)
Bocah SD di Sragi Tewas Tertimpa Pohon Nangka
Foto. Dok warga

KALIANDA (Lampost.co) -- Seorang bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) asal Desa Margajasa, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, tewas setelah tertimpa pohon tumbang ketika turun hujan disertai angin kencang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, kejadian yang menimpa Ikhsan Mustofa (10) siswa kelas empat SD tersebut terjadi pada Jumat, 28 Februari 2020. Bocah itu merupakan putra sulung Agus (46).

Peristiwa itu bermula, ketika korban sedang bermain bersama enam orang teman sebayanya tepat di belakang rumah korban. Pada saat bermain itu, turun hujan deras disertai angin kencang.

Namun, tiba-tiba sebatang pohon nangka yang telah mengering tumbang dan menimpa korban. Sedangkan, teman sebayanya berhasil menyelamatkan diri dari timpahan pohon tersebut.

Menurut Agus, orang tua korban, pohon nangka yang sudah mengering itu tumbang ke arah anaknya bersama teman-temannya. Namun, naas putra kesayangannya tidak sempat menghindar ketika pohon nangka tersebut tumbang.

"Saat itu korban diketahui sedang bermain hujan-hujanan bersama teman-temannya di belakang rumahnya sendiri. Ketika angin kencang datang, teman korban berlari mejauh untuk menghindar. Sedangkan, Iksan tidak sempat menghindar dan tertimpa pohon nangka yang sudah kering (mati, red)," ujarnya, Sabtu, 29 Februari 2020.

Menurutnya, usai tertimpa pohon itu korban langsung dilarikan ke rumah sakit Bob Bazar Kalianda. Kemudian, hasil pemeriksaan petugas medis korban mengalami luka bagian kepala dan patah bagian tungkai paha.

"Saat kami temukan putra saya masih dalam keadaan sadar dan sempat menangis. Setelah di bawa kerumah sakit, anak kami meninggal dunia di ruang IGD rumah sakit sekitar pukul 22.00 Wib," katanya.

Kepala Desa Margajasa, Alex Sansu mengatakan berdasarkan informasi dari pihak keluarganya, korban sempat mendapat pertolongan pertama di bidan desa setempat. Lalu dirujuk ke RSUD Bob Bazar Kalianda.

"Ya, Allah Swt berkehendak lain. Untuk kami ucapkan turut berduka cita atas perisitiwa yang dialami almarhum Ikhsan Mustofa. Saya berharap kepada masyarakat agar dapat memantau anak-anaknya bermain saat turun hujan disertai angin kencang. Bila perlu saat hujan anak tetap didalam rumah," kata dia. 

Winarko



Berita Terkait



Komentar