#hidrosefalus

Bocah Penderita Hidrocefalus di Bengkunat  Butuh Bantuan

( kata)
Bocah Penderita Hidrocefalus di Bengkunat  Butuh Bantuan
Rizkia Putri, putri pasangan Wahyudi dan Mila Riyanti, warga Pemangku Talangjaya, Pekon Kutajawa, Kecamatan Bangkunat, membutuhkan uluran tangan para dermawan.Dok.


Krui (Lampost.co) -- Rizkia Putri, putri pasangan Wahyudi dan Mila Riyanti, warga Teluk Beringinjaya, Pekon Kutajawa, Kecamatan Bangkunat, membutuhkan uluran tangan para dermawan seperti yang beredar di media sosial. Bocah berusia 22 bulan itu menderita hidrocefalus atau pembesaran kepala sejak lahir.

Kepala Puskesmas Bangkunatbelimbing,  Darno, membenarkan adanya pasien penderita hidrosefalus atas nama Rizkia Putri yang lahir 2 April 2018, putri pasangan Wahyudi dan Mila Riyanti. "Riwayat lahir di RS Mitra Husada Pringsewu melalui operasi. Jadi kondisi itu memang sudah kami ketahui sejak pasien lahir. Kelahirannya juga atas rujukan dari Puskesmas Bengkunatbelimbing. RS mitra merujuk ke RS Abdul Moeloek dan dipasang selang di kepala. RS menjadwalkan kontrol lebih dari lima kali," kata Darno, Minggu, 9 Februari 2020.

Dia menambahkan pihaknya sudah mengirimkan data pasien itu ke Dinas Kesehatan Pesisir Barat. Pengobatan pasien, kata dia, memang harus dilakukan dokter spesialis.

Kasus pasien seperti yang diderita Rizkia Putri, kata dia, merupakan satu-satunya yang terjadi di wilayah Kecamatan Bangkunat.

Permohonan bantuan dana untuk keluarga pasien karena saat ini pengobatan terhenti akibat tidak ada dana. Namun, Darno menyatakan pengobatan pasien sepenuhnya gratis karena keluarga pasien mengantongi BPJS.

Dia menduga unggahan netizen di media sosial tersebut lebih kepada permohonan bantuan dana untuk kehidupan sehari-hari keluarga pasien tersebut. "BPJS sudah ada sudah masuk menjadi anggota. Sehingga seluruh penanganan pasien tidak dikenakan biaya alias ditanggung BPJS. Mungkin motif dari unggahan itu bisa jadi kalau berobat pasien gratis. Tetapi lebih kearah sosial keluarga tetap perlu biaya. Orang tua pasien kan tidak bekerja, sementara kebutuhan banyak," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar