#narkoba#napinarkoba#bnnplampung

BNNP Lampung Minta Napi Narkoba Skala Besar Dipindahkan ke Nusakambangan

( kata)
BNNP Lampung Minta Napi Narkoba Skala Besar Dipindahkan ke Nusakambangan
Kepala BNNP Lampung Brigjen I Wayan Sukawinaya (kedua kanan).Dok.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung meminta para pengedar narkoba skala besar yang sedang menjalani masa tahanan serta menjadi warga binaan untuk dipindahkan ke lapas lain di luar Lampung. Salah satunya dengan memindahkannya ke LP Nusakambangan.

Kepala BNNP Lampung Brigjen I Wayan Sukawinaya mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kanwil Kemenkumham Lampung guna memindahkan para napi dan tahanan narkoba skala besar tersebut, misalnya ke LP Nusakambangan. Hal itu agar mereka yang sudah menjalani pidana berat hingga hukuman mati, tidak berulah dan mengedarkan narkoba di Lampung.

Pengendali dari LP harus dimiskinkan agar mereka juga tidak leluasa dan memiliki peluang mengendalikan barang haram tersebut. "Saya nanti koordinasi dengan Kanwil Kemenkumham agar mereka bisa dipindahkan ke LP yang maximum security, supaya di sini enggak berulah," ujarnya, Selasa, 14 Juli 2020.

Sementara Kabid Berantas BNNP Lampung Kombes Henrry Budiman mengatakan pihaknya juga fokus menjerat pelaku dengan tindak pidana pencucian uang. "Pelaku Jefri kan sudah kami limpahkan dan segera sidang dan Muntazir ditangani BNN Pusat," katanya.

Kemudian, informasi yang didapat Lampost.co, Polda Lampung juga mengembangkan perkara ekstasi 3.020 butir dengan dua tersangka berinisial HBS (36), warga Jalan Pangeran Antasari, Kalibalau Kencana, pada Rabu malam, 3 Juni 2020. Dari tangan pelaku aparat mengamankan ekstasi sekitar 3.020 butir yang dikemas dalam 40 bungkus.

Aparat pun melakukan penyidikan dengan memeriksa pengendali barang haram tersebut berinisial K. Ternyata, Polda Lampung juga telah menetapkan napi LP Kelas I A Rajabasa tersebut sebagai tersangka.

"Iya benar atas nama K, sudah tersangka, dia sekarang masih di LP (Rajabasa)," ujar Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Lampung Kompol Hendriansyah.

Berdasarkan catatan Lampost.co, beberapa napi kerap berulah dengan menjadi pengendali narkoba dalam skala besar. Pertama Jepri Susandi (41), warga Tangerang, Banten, bakal menjalani sidang perdana tindak pidana pencucian Uang, pada 9 Juli 2020. Total ada sekitar Rp2 miliar harta milik Jepri yang terdiri dari uang, mobil, tanah, dan perhiasan yang disita.

Namun yang lebih mengkhawatirkan, Jepri sudah divonis 17 tahun penjara karena mengedarkan 13 kg sabu. Meski mendekam di dalam balik jeruji besi, Jefri masih mengendalikan pengiriman 41,6 kg sabu milik Muntazir asal Aceh.

Kemudian Jepri dan dua rekannya, Supriyadi alias Udin (33), warga Telukbetung Selatan; dan Hatami alias Tami alias Iyong (33), warga Telukbetung Selatan, dituntut hukuman mati oleh Jaksa Roosman Yusa dalam persidangan virtual dengan agenda pembacaan tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis, 9 Juli 2020.

Alhasil, Jepri sudah divonis 17 tahun, kemudian dituntut mati dan akan mejalani sidang tindak pidana pencucian uang dari dua perkara narkoba.

Kemudian, Muntazir juga dituntut hukuman mati pada sidang di PN Tanjungkarang, 3 Juli 2020 lalu.

Perkara lainnya yakni, 6.969 ekstasi asal Aceh yang disita BNNP Lampung yang dikendalikan dari LP Rajabasa. Dua pengendali yang dijadikan tersangka, yakni M Nasir (31) dan David Prasetyo (31). Barang tersebut dibawa dua kurir asal Aceh dan penerimanya asal Bandar Lampung

Kedua pengendali merupakan warga Pesawaran. Berdasarkan catatan Lampost.co M Nasir telah divonis mati pada sidang di PN Kalianda, 27 november 2019 yang lalu, lalu dikuatkan lagi PT Tanjungkarang.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar