Kasusnarkobaberitalampung

Anak Punk Pengambil Paket 4 Kg Ganja Ditangkap

( kata)
Anak Punk Pengambil Paket 4 Kg Ganja Ditangkap
BNNP Lampung mengungkap penyelundupan empat kilogram ganja yang dikirimkan melalui jasa pengiriman paket.Dok.

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung mengungkap peredaran narkoba jenis ganja seberat 4,062 kilogram asal Pekanbaru, Riau, yang dikirim menggunakan jasa pengiriman paket. Mei Seven Akhiryadi (35), warga Rejosari, Pringsewu yang berprofesi sebagai juru parkir dan juga kerap ngepunk, diamankan saat akan mengambil paket ganja tersebut di kantor agen Tiki di Jalan KH Gholib, Kecamatan Pringsewu, Pringsewu, Jumat, 3 Juli 2020.

Kepala BNNP Lampung Brigjen I Wayan Sukawinaya mengatakan awalnya pihaknya mendapatkan informasi terkait pengiriman narkotika jenis ganja melalui jasa pengiriman paket Tiki dari Pekanbaru menuju Lampung. Tim pemberantasan BNNP Lampung bekerja sama dengan Kanwil Bea dan Cukai Sumatera Bagian Barat, serta PT Tiki untuk memonitor pergerakan paket tersebut.

Ternyata, paket termonitor melalui Pekanbaru menuju Cengkareng (Bandara Soekarno-Hatta) dengan menggunakan pesawat terbang PKU CGK, lalu dikirim dari Cengkareng ke Lampung menggunakan kendaraan Mitsubishi Colt Diesel yang merupakan kendaraan ekspedisi PT Tiki.

Sementara itu, tim gabungan BNNP Lampung dan Kanwil Bea dan Cukai Sumbagbar melakukan penyelidikan terhadap calon penerima pengiriman paket yang ditujukan di daerah Pringsewu.

Setelah dilakukan pengamatan dan pengintaian selama tiga hari, pada Jumat, 7 Juli, pelaku ditangkap ketika hendak mengambil paket tersebut. Saat aparat membongkar paket dari kardus makanan tersebut, ditemukan lima bungkus besar ganja.

Pada paket kardus tersebut terdapat data dengan perincian, nama pengirim Eka Maulana asal Pekanbaru dan penerima Alex, Jalan Kesehatan, Pringsewu.

Kemudian BNNP mengembangkan dengan menggeledah rumah pelaku dan menemukan barang bukti satu kaleng bekas kemasan biskuit yang berisi satu bungkus kecil daun yang diduga  narkotika jenis ganja yang dibungkus kertas pembungkus nasi warna cokelat. Selain itu, satu satu plastik putih daun yang diduga narkotika jenis ganja. Barang tersebut disimpan di atas kelambu di dipan kamar milik pelaku.

Petugas juga mengamankan satu ponsel merek Redmi Note 7 warna hitam, satu buah sepeda motor Suzuki FU warna biru putih tanpa nopol, dan uang tunai Rp450 ribu.

"Pemilik barang haramnya sudah ditangkap BNNP Riau. Kami dapat informasi kalau ada pengiriman ganja ke Lampung lewat Tiki. Barang itu bukan cuma ke Lampung, ada yang ke Jakarta, ada yang ke Bali," ujarnya.

Pelaku mengaku baru dua kali menerima pengiriman ganja untuk diedarkan di Lampung. "Kami masih mengembangkan, kemungkinan ada pelaku dan jaringannya. Sebab, alamat penerima dan pengirim di paket itu semuanya fiktif, tidak ada," ujarnya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 111 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal yaitu hukuman mati.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar