#narkoba

BNN Tak Pernah Asesmen Rehabilitasi 4 Penyalahgunaan Narkoba Tangkapan Polresta

( kata)
BNN Tak Pernah Asesmen Rehabilitasi 4 Penyalahgunaan Narkoba Tangkapan Polresta
Narkoba. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menegaskan tidak pernah menerima rehabilitasi empat pelaku penyalahgunaan narkoba yang ditangkap Satresnarkoba Polresta Bandar Lampung.

Kepala BNNP Lampung, Brigjen Edi Swasono, menjelaskan pihaknya tidak pernah menerima permintaan Tim Asesmen Terpadu (TAT) terhadap empat pelaku penyalahgunaan narkotika. Keempat pelaku inisial DS, HN, FH, dan RK.

"Hasil pengecekan belum ada permintaan TAT  dari polri," kata Edi, melalui telepon, Senin, 7 November 2022.

Baca juga: Satresnarkoba Polresta Rehabilitasi Empat Orang Penyalahgunaan Narkotika

Menurut dia, pelaku penyalahgunaan narkotika yang merupakan residivis dan barang bukti di atas satu gram tidak bisa direhabilitasi. Untuk itu, pelaku harus dipenjara sesuai surat edaran Mahkamah Agung.

"Seseorang ditangkap anggota Polri ada barang bukti di bawah sema atau di bawah satu gram atau tiga butir tetap diproses tapi wajib permintaan TAT lengkap yang dilakukan BNN atas dasar permintaan Polri," katanya.

Tujuan TAT untuk memastikan yang bersangkutan murni penyalahgunaan atau bagian dari jaringan. Jika yang bersangkutan bagian dari jaringan, tersangka tetap dilakukan penahanan.

"TAT untuk mendeteksi residivis atau tidak, kami punya datanya. Kalau ada barang buktinya, itu bukan permintaan asesmen medis tapi asesmen terpadu," katanya.

Sementara, jika tidak ada barang bukti dan hanya tes urine hasil positif akan dilakukan asesmen medis. "Kami punya kapasitas untuk melakukan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika. Kalau ditangkap tidak sedang memakai, ternyata ada barang bukti di atas ketentuan langsung bisa di pidana," katanya.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar