#narkoba#kriminal#beritalampung

BNN: Pentingnya Pemahaman Bahaya Narkoba pada Pelajar dan Mahasiswa

( kata)
BNN: Pentingnya Pemahaman Bahaya Narkoba pada Pelajar dan Mahasiswa
Talkshow bertajuk peran remaja milenial dalam diseminasi informasi Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kopi Ketje Pinehurst, Selasa, 27 Oktober 2020. Lampost.co/Asrul


Bandar Lampung (Lampost.co): Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung terus berupaya menyosialisasikan bahaya penggunaan narkoba. Salah satunya menyasar kalangan remaja, yakni pelajar dan mahasiswa.

BNNP Lampung menggelar talkshow bertajuk peran remaja milenial dalam diseminasi informasi Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kopi Ketje Pinehurst, Selasa, 27 Oktober 2020. Acara tersebut diikuti puluhan pelajar SMA dan mahasiswa asal Bandar Lampung.

Kepala Bidang P2M BNN Provinsi Lampung, Ahmad Alamsyah, mengatakan pengguna narkoba ada di setiap rentan usia produktif yakni 10-54 tahun.

Dari usia tersebut, remaja hingga dewasa dengan usia 19-35 lah sebagai rentan umur pengguna narkoba tertinggi.

"Memang ada pengguna narkoba dibawah umur 19 tahun ke bawah. Atau usia tua cuma usia 19 tahun ke atas ini lebih punya akses karena mereka sudah dewasa dan secara finansial bisa (membeli narkoba) karena sudah berpenghasilan," ujarnya.

Karenanya, lanjut dia, peran remaja dan mahasiswa guna memutus mata rantai pengunaan narkoba sangat penting.

"Mereka perlu diberi awarnes dan bahaya penggunaan narkoba, sehingga bisa melek informasi, dan mereka yang sosialisasi ke warga dan masyarakat, atau lingkungan keluarga yang paling dekat, jadi mereka bisa jadi garda terdepan dalam upaya P4GN," paparnya.

Sementara itu, akademisi yang juga pegiat anti narkoba asal Universitas Bandar Lampung, Zainab Ompu Jainah, mengatakan remaja merupakan sosok yang bisa mengakses informasi dari mana saja, termasuk secara digital.

"Namun, tidak semua remaja milenial dapat memilih dan memilah informasi, tergantung pada karakter linkungan, dan penerimaan informasi yang ia dapat. Kalau lingkungan negatif dia bakal negatif begitu juga sebaliknya. Hal ini juga berkaitan dengan informasi soal narkoba," katanya.

Faktor lainnya orang bisa menggunakan narkoba, karena faktor ingin coba-coba, dorongan pertemanan, dan faktor lainnya. Misalnya psikis di lingkungan keluarga.

"Jika pemuda bisa memilah informasi, maka benteng dia kuat untuk mencegah pengaruh tersebut," paparnya.

Ia mencontohkan kebanyakan remaja menggunakan narkoba secara bertahap dari awalnya ketergantungan rokok, kemudian alkohol, maka bisa meningkat ke penggunaan narkoba dan psikotropika.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar