#bnn#musnahkan#barangbukti#nasional

BNN Musnahkan Barang Bukti Sabu, Ekstasi hingga Daun Khat

( kata)
BNN Musnahkan Barang Bukti Sabu, Ekstasi hingga Daun Khat
BNN Musnahkan Barang Bukti Sabu, Ekstasi hingga Daun Khat (Foto:MI)


JAKARTA (Lampost.co)--Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan pemusnahan terhadap barang bukti narkoba berupa sebanyak 99,7 kilogram sabu, 9.990 butir ekstasi jenis baru, dan 118,34 kilogram daun khat.

Kepala BNN Pusat Komjen Heru Winarko, yang memimpin langsung pemusnahan itu, mengatakan pihaknya melakukan pemusnahan ratusan kilogram beragam jenis narkoba dari pengungkapan sejumlah kasus.

"Barang bukti narkotika yang dimusnahkan pada hari ini, berasal dari empat kasus narkotika dengan modus yang berbeda. Salah satunya adalah upaya penyelundupan narkotika berupa daun khat yang dilakukan melalui paket kiriman udara," kata Heru, di halaman belakang kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (1/3/2019).

Menurutnya, sebanyak 118.480 gram daun khat yang dikemas dalam delapan dus dikirim dari Ethiopia dengan dua alamat tujuan fiktif yang berbeda untuk mengelabui petugas di lapangan.
Dalam pengungkapan itu, pihaknya mengamankan tiga orang tersangka berinisial SB alias Pu, MZu, dan MZa. Mereka ditangkap di perairan Aceh dengan barang bukti, 73.94943 gram sabu (70 bungkus) dan 10.000 butir ekstasi (dua bungkus) dengan menggunakan Kapal Motor KM Karibia.
"Seluruh barang bukti tersebut didapatkan dari kasus yang berbeda," lanjutnya.

Sementara seorang pria berinisial S alias P dengan barang bukti 24 bungkus plastik berisi sabu dengan berat mencapai 25,852,52 gram. Sabu itu dibawa menggunakan mobil pick up dari Medan menuju Aceh melalui jalur darat.
Sedangkan penyelundupan daun khat berawal dari kecurigaan petugas terhadap paket yang dikirim melalui Ethiopia. Kemudian dilakukan pemeriksaan x-ray dan ditemukan daun kering menyerupai teh yang dikemas kedalam plastik.

Petugas BNN Pusat juga menyisikan sebanyak 94 gram sabu, 10 butir ekstasi dan 140 gram daun khat untuk pemeriksaan di Iaboratorium dan pembuktian perkara.
Atas tindakannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. 

MI







Berita Terkait



Komentar