#narkoba#metro

BNN Metro Gandeng Media Wujudkan Kota Bersih dari Narkoba

( kata)
BNN Metro Gandeng Media Wujudkan Kota Bersih dari Narkoba
Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Metro mengajak insan pers untuk memerangi narkoba, Kamis, 7 Oktober 2021. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Metro mengajak insan pers untuk memerangi narkoba hingga terwujudnya Bumi Sai Wawai bersih dari narkoba (Bersinar). 

Kepala BNNK Metro, Saud Siahaan, mengatakan, untuk mendukung kota tanggap ancaman narkoba, berdasarkan hasil survei yang dilakukan BNN penyalahguna narkoba di seluruh Indonesia telah mencapai 3,4 juta.

"Kami menyatakan perang terhadap narkoba. Kami juga meminta masyarakat turut berperan serta dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Bersama insan pers kami bersinergi untuk menyelamatkan masa depan cucu kami karena mereka merupakan aset masa depan," kata dia, di ruang kerja, Kamis, 7 Oktober 2021.

Baca juga: 70% Kasus Pidana di Metro Terkait Narkoba

Di sisi lain, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Metro, Rosita, mengungkapkan, peredaran gelap narkoba di Bumi Sai Wawai harus segera diselesaikan. Sesuai dengan Permendagri Nomor 12 Tahun 2019 tentang fasilitas pencegahan dan pemberantasan penyalahguna dan peredaran gelap narkoba. 

"Narkoba menjadi target bersama. Kami harus kompak untuk membersihkan baik pengguna maupun pengedar narkoba," ujarnya. 

Hal senada diungkapkan oleh Kaur Bin Ops, Satreskoba Polres Metro, Iptu Amirul. Menurutnya, dengan penyampaian informasi melalui insan pers masyarakat dapat memahami bahaya dari penggunaan narkoba. 

"Awak media merupakan garda terdepan penyampaian terhadap masyarakat. Kami harus berjalan bersamaan dalam menerangi narkoba," kata Amirul. 

Baca juga: BNNK Metro Perangi Narkoba hingga Tingkat Kelurahan

Dia menjelaskan berdasarkan hasil penilaian Polres Metro, daerah rawan narkoba di Bumi Sai Wawai yaitu Kecamatan Metro Barat, Kecamatan Metro Pusat, dan Kecamatan Metro Timur. 

"Ketiga kecamatan tersebut menjadi daerah rawan disebabkan oleh dua hal. Metro menjadi perlintasan dan perbatasan dari Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Kota Metro. Kemudian di Kota Metro juga banyak tempat indekos karena banyak mahasiswa," ujarnya. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar