#rehabilitasinarkoba

BNN Lamsel Jemput Bola Pecandu Narkoba yang Ingin Direhabilitasi

( kata)
BNN Lamsel Jemput Bola Pecandu Narkoba yang Ingin Direhabilitasi
Ilustrasi. Dok/Lampost.co


Kalianda (lampost.co) -- Dalam upaya mencegah peredaran narkoba, Badan Narkoba Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Selatan menjemput bola bagi pengguna atau pemakai yang akan direhabilitasi. Selama dirawat, pengguna narkoba yang akan direhabilitasi tidak dipungut biaya.

"Selama di loka rehabilitasi tidak dipungut biaya alias gratis karena ditanggung negara," kata Kepala BNNK Lampung Selatan AKBP Iklas saat rakor persiapan pengukuhan kelompok sadar (pokdar) kamtibmas Lampung Selatan di Kalianda, Rabu, 12 Februari 2020.

Untuk dapat dirawat di loka rehabilitasi, pengguna atau pemakai narkoba harus di assessment BNN terlebih dahulu. Selanjutnya baru dibawa ke loka rehabilitasi.

"Jika takut untuk assessment ke BNN. Kami siap mendatangi atau jemput bola," ujarnya.

Pemakai narkoba yang akan dirawat atau direhabilitasi tidak perlu khawatir akan ditangkap karena para pecandu atau korban yang melaporkan mendapatkan perlindungan.

"Dalam undang-undangnya ada kesempatan pecandu yang melaporkan diri untuk direhabilitasi," katanya.

Di loka rehabilitasi ada program dirawat 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Namun, semua bergantung dengan assessment yang dilakukan sebelumnya. "Ada program waktu rehabilitasi di loka," ujarnya.

Dia menjelaskan apabila pecandu dihukum kurungan penjara, tidak akan membuat dia sembuh. Bahkan, setelah keluar dari penjara, perbuatannya akan menjadi-jadi. "Di penjara tidak membuat pecandu kapok bahkan bisa tambah parah," katanya.

Tahun ini BNN Lampung Selatan sudah menerima 20 pengguna narkoba yang direhabilitasi di loka dengan harapan setelah keluar akan sembuh dan berhenti. "Setelah berhenti kami libatkan juga menjadi penyuluh pencegahan narkoba," ujarnya.

Dalam Pokdar Kamtibmas Lampung Selatan yang akan dikukuhkan, BNN Lampung Selatan dilibatkan dalam bidang penyuluhan pencegahan narkoba. "Terkadang konflik yang terjadi di masyarakat akibat ulah pengguna narkoba," ujarnya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar