#narkoba#ganja#sabu

BNN Lampung Tekankan Pentingnya Ketahanan Keluarga Cegah Anak Terjerat Narkoba

( kata)
BNN Lampung Tekankan Pentingnya Ketahanan Keluarga Cegah Anak Terjerat Narkoba
Foto. Dok MI


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menegaskan ketahanan keluarga merupakan kunci utama agar masyarakat khususnya, anak kecil dan remaja tidak terjerat penyalahgunaan narkoba.

Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol Edy Swasono mengatakan, target sasaran narkoba tidak mengenal batasan, status, dan usia, sehingga semua kalangan berpotensi terpapar.

"Kami sudah target dan prioritas upaya pencegahan, dan pencegahan paling utama yakni kesadaran dini yang diawali dari ketahanan keluarga," ujarnya, Kamis, 27 Januari 2022.

Ia menjelaskan buruknya komunikasi antara keluarga seperti anak dan orang tua, serta kondisi buruk rumah tangga, jadi faktor utama anak terpapar narkoba. Karenanya penyuluhan di masyarakat terus dijalankan termasuk BNN yang mengedepankan penyembuhan dan rehabilitasi tanpa mengurangi penindakan.

Salah satu upaya yang telah berjalan, yakni adanya sosialisasi bahaya narkoba terhadap puluhan calon pengantin di KUA Tanjungkarang Barat beberapa waktu yang lalu.

"Hal ini juga tak serta merta peran BNNP peran masyarakat dan Pemda sangat penting, BNN tidak bisa bergerak sendiri," ungkapnya.

Edy menyebutkan bandar atau pemasok narkoba memanfaatkan efek ketagihan (adict) untuk menyeret orang menggunakan narkoba karena mempengaruhi syaraf.

Caranya, dengan memodifikasi zat turunan yang ada pada narkoba, seperti methaampetamine yang dimasukan ke dalam benda lainnnya, seperti permen, penghapus dan benda lainnya, ataupun kue-kue.

"Itu ada beberapa modus operandi, dan harus diwaspadai," katanya.

Temuan lainnya yakni para anak-anak yang mengkonsumsi lem aibon, dan juga konsumsi obat batuk cair (dalam jumlah banyak), sebagai bentuk substitusi zat adiktif.

Konsumsi zat tersebut membuat anak-anak dan remaja menjadi kecanduan, sehingga dosisnya meningkat. Ketika lem, dan obat batuk lainnya sudah tidak memiliki efek atau dosis tak cukup, membuat anak atau remaja akhirnya beralih langsung ke narkoba.

"Dia mencari dosis lebih, sifatnya candu dan meningkat, ujungnya pake narkoba," papar Mantan Dirresnarkoba Polda Lampung itu.

Winarko







Berita Terkait



Komentar