#bandarlampung#lampung#narkoba#sabu#ganja#BNN

BNN dan Pemprov Lampung Siapkan Gebrakan Cegah Narkoba Jaringan Internasional

( kata)
BNN dan Pemprov Lampung Siapkan Gebrakan Cegah Narkoba Jaringan Internasional
Foto: Lampost.co/Asrul

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemprov Lampung bersama BNNP Lampung, Polda Lampung, dan instansi lainnya, akan menyiapkan gebrakan pencegahan peredaran narkoba, terutama mencegah jaringan internasional masuk ke Provinsi Lampung.

"Ada langkah-langkah kongkrit nanti akhir Juli kita mau rapatkan yang mungkin provinsi lain belum lakukan," ujar Kepala BNNP Lampung Brigjenpol Tagam Sinaga, Rabu (26/6/2019).

Salah satu poin utama, adalah Pencegahan peredaran peredaran narkoba melalui Bandara Radin Inten II, yang kini telah berstatus bandara Internasional, dan menjadi lubang besar, namun belum ada langkah kongkrit untuk mengantisipasi hal tersebut. Langkahnya dengan memperkuat pengawasan, dan penambahan alat pendeteksi narkoba dalam jumlah yang siginifikan

 "Saat ini dilihat penjagaannya, pencegahan belum siap pasti bisa masuk. Tapi kita nggak bisa apa-apa. Padahal itu harusnya itu yang jadi priotitas," tambahnya.

Menurutnya, BNNP dan Pemprov serta Polda Lampung juga fokus melakukan pengawasan terhadap, wilayah/peta rawan narkoba meliputi 5 Kabupaten/Kota dalam 24 Desa/Kelurahan/Kampung antara lain, Bandar Lampung (Kelurahan Panjang Utara, Kaliawi, Pasir Gintung, Keteguhan, Negeri Olok Gading, Bakung, Gedong Pakuon, Sukajawa Baru, Beringin Raya, Penengahan, Sidodadi, Wayhalim Permai, dan Jagabaya Dua).

Kemudian, Kabupaten Lampung Selatan (Desa Merakbatin, Desa Pemanggilan, dan Desa Bakauheni), Kabupaten Lampung TImur (Desa Adirejo), Kabupaten Way Kanan (Kampung Negeri Baru, Kampung Blambangan Umpu, Kampung Banjar Agung, Kampung Gunung Labuhan, dan Kampung Bukit Gemuruh), Kabupaten Mesuji (Desa Wiralaga I dan Desa Wiralaga II).

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi pun memberikan ruang sebesar-besarnya, agar BNNP bisa melakukan pemeriksaan dan upaya pencegahan narkoba di Pemprov Lampung.

"Pak gubernur buka selebar-lebarnya, kalau mau razia di Pemprov, silahkan," katanya.

Asrul Septian Malik



Berita Terkait



Komentar