#BNISyariah#rauplaba

BNI Syariah Raup Laba Rp315,27 Miliar 

( kata)
BNI Syariah Raup Laba Rp315,27 Miliar 
SEVP BNI Syariah, Iwan Abdi memberi pengarahan kepada jajaran karyawan BNI Syariah Tanjungkarang. Dokumen BNI Syariah


Bandar Lampung (Lampost.co): BNI Syariah membukukan aset sebesar Rp42,49 triliun dan laba bersih sebesar Rp315,27 miliar di triwulan II 2019. Pencapaian tersebut disokong ekspansi pembiayaan yang sehat dengan rasio dana murah dan optimal.

Senior Executive Vice President Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi menjelaskan hingga Juni lalu seluruh layanan BNI Syariah menyalurkan pembiayaan Rp31,66 triliun. Nilai itu tumbuh 26,03% (Rp6,54 triliun (yoy) dibanding periode 2018. Hal itu disumbangkan dari segmen konsumer sebesar Rp14,53 triliun (45,90%) dan komersial Rp9,14 triliun (28,88%).

"Diikuti segmen Kecil dan Menengah Rp5,94 triliun (18,77%), segmen Mikro Rp1,69 triliun (5,34%), dan Hasanah Card Rp352,61 miliar (1,11%)," kata Iwan didampingi pimpinan Wilayah Jabodetabek Plus BNI Syariah dalam Ali Muafa dan Branch Manager BNI Syariah Tanjungkarang Ariyanto Wibisono dalam kunjungan kerjanya ke kantor BNI Syariah Tanjungkarang, Rabu, 2 Oktober 2019 malam.

Dalam menyalurkan pembiayaan, lanjutnya, BNI Syariah berusaha menjaga kualitas seiring dengan komitmen bank yang mencanangkan quality growth. Komitmen menjaga kualitas pembiayaan itu ditunjukkan dengan rasio non performing financing (NPF) 3,03% dan menjaga tingkat pencadangan pembiayaan yang memadai pada coverage ratio 91,39%. 

Selain pembiayaan, pertumbuhan juga ditunjukkan dari sisi menghimpun dana pihak ketiga yang mencapai Rp36,32 triliun. Nilai itu naik 12,13% yoy sebesar Rp3,93 triliun dengan jumlah nasabah lebih dari 3,2 juta. Komposisi DPK itu didominasi dana murah tabungan dan giro yang mencapai 63,48%. "Di tingkat profitabilitas ditunjukkan dengan rasio return on equity (ROE) 14,62% yang naik 4,11% dibanding periode 2018," ujarnya.

Dalam kunjungan kerjanya itu, lanjutnya, selain melakukan pengawasan lapangan kinerja usaha di daerah sekaligus melihat potensi perbankan syariah di Lampung. Dari kacamatanya, sektor itu tumbuh cukup baik dan tren tersebut harus dipertahankan. Walaupun masih terdapat tantangan yang masih harus dihadapi.

"Untuk sekarang akses perbankan syariah masih tergolong minim dibandingkan konvensional dan literasi kepada nasabah juga harus terus ditingkatkan, karena literasinya masih relatif rendah. Untuk itu kami terus mengedukasi masyarakat agar tahu adanya layanan keuangan alternatif, yaitu perbankan syariah," ujar dia.

Secara pelayanan, BNI Syariah kini memiliki 358 kantor fungsional dan cabang, serta tiga kantor wilayah yang terbagi pada wilayah barat untuk Sumatera, Jawa Tengah dan Jawa Barat, wilayah Jakarta Plus meliputi Jabodetabek dan Lampung, serta Timur untuk kawasan Kalimantan, Sulawesi Dan Papua.

"Di Lampung sudah ada 2 cabang utama, yaitu Tanjung Karang dan Telukbetung dan empat cabang pembantu di Rajabasa, Antasari, Unit 2, Pringsewu, Bandar Jaya, dan Metro. Saat ini kami masih mengkaji potensi-potensi di Lampung, karena ada beberapa rencana untuk menambah pelayanan agar akses masyarakat semakin mudah," katanya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar