hoaksBMKG

BMKG Sebut Informasi Gunung Krakatau Bakal Meledak Hoaks

( kata)
BMKG Sebut Informasi Gunung Krakatau Bakal Meledak Hoaks
dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pesan suara yang berisi informasu bahwa Gunung Krakatau akan meledak, kembali menyebar i tengah masyarakat melalui pesan WhatsApp.

Pesan tersebut menyebutkan, Sekda Provinsi mendapatkan data dari BMKG yang memperkirakan  Gunung Krakatau akan ada letusan yang mengakibatkan gempa dalam waktu dekat.

"Belum tahu apakah hari ini atau beberapa hari, atau beberapa minggu ke depan. Besarnya gempat 8 skala Richter, dulu di Liwa itu 6 skala Richter, yang ini di atas 8, artinya keluarga kita yang berada di sekitar pantai mohon diingatkan, sekda sudah memerihtahkan BPBD untuk menentukan titik koordinat, mohon disampaikna ke keluarga. Kalau diatas 8 mungkin ada yang retak-retak bangunan, ini mohon ditindaklanjuti karena bukan hoax," demikian bunyi pesan tersebut.

Pesan suara yang mengatasnamakan pria bernama Andre teresebut, bedasarkan penelusuran Lampost.co pernah beredar pada akhir 2018 lalu, tepatnya pada saat terjadi tsunami di Lampung Selatan dan Banten.

"Ini benar apa enggak, kami enggak tahu," ujar Tina warga Kotakarang yang mendapatkan rekaman teresbut, 2 Oktober 2020.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Haryanto,menegaskan informasi tersebut hoaks.

"Menyikapi informasi tersebut hoaks. Kami dapat pada 29 September 2020 yang lalu, info itu sudah disanggah Sekda provinsi bahwa hal tersebut tidak benar, BMKG belum pernah merilis kapan terjadi gempa," ujarnya.

Pesan suara tersebut kembali beredar di momen ketika kajian para ahi penetliti terkait gempa dan potensi tsunami 20 meter beberapa waktu yang lalu, yang mengemuka ke media, dan informasi yang didapat masyarakat. Rudi menyebutkan para ahli melakukan kajian ilmiah, merupakan skenario terburuk atau potensi terburuk apabila terjadi megathrust dengan skenario 9,1 skala richter dengan gelombang 20 meter.

"Itu hanya skenario, bukan prediksi, karena belum ada prediksi kapan dimana, dan kekuatan terjadinya gempa. Pesan kami ke masyarakat, ataupun stake holder terkait menyiapakan mitigasi bencana lebih dini atau lebih kuat di daerah pesisir, misalnya memperbanyak dan merawat jalur evakuasi, tidak merusak alat pendeteksi gempa, alat deteksi laut jangan dicuri, pemhamanan itu yang harus diketahui masyarakat," paparnya.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar