#Cuaca#BMKG

BMKG Perkirakan Lampung Diguyur Hujan saat Lebaran

( kata)
BMKG Perkirakan Lampung Diguyur Hujan saat Lebaran
Prospek cuaca mingguan untuk Wilayah Lampung. Dok BMKG


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Lampung berpotensi diguyur hujan pada saat pelaksanaan Hari Raya Idulfitri, 13-14 Mei 2011.

Kasi Data Informasi BMKG Radin Inten II Lampung, Rudi Harianto mengatakan bahwa prospek cuaca mingguan untuk Wilayah Lampung pada periode 10-16 Maret 2021.

"Secara umum wilayah Lampung dalam tujuh hari ke depan diprakirakan cerah berawan, potensi hujan lebat di beberapa waktu terutama sore menjelang malam hari," katanya kepada Lampost, Senin, 10 Mei 2021.

Rudi menambahkan wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang sebagai berikut:

10 Mei 2021. Waspada potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada siang dan sore hari di wilayah Pesisir Barat, Lampung Barat, dan Tanggamus.

11-12 Mei 2021. nihil.

13 Mei 2021. Waspada potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada siang dan sore hari di wilayah Lampung Selatan dan Lampung Timur.

14 Mei 2021. Waspada potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada sore dan malam hari di sebagian besar wilayah Lampung.

15 Mei 2021. Waspada potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pagi hari di wilayah Pesisir Barat, Lampung Barat. Siang dan sore hari di wilayah Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Selatan, Lampung Timur, Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Lampung Barat, dan Pesisir Barat.

16 Mei 2021. nihil.

"Catatan dan keterangan untuk hujan ringan dengan intensitas 0,1–5,0 mm/jam atau 5–20 mm/hari. Hujan sedang dengan intensitas 5,0–10,0 mm/jam atau 2–50 mm/hari. Hujan lebat dengan intensitas 10,0–20 mm/jam atau 50–100 mm/hari. Hujan sangat lebat dengan intensitas : >20 mm/jam atau >100 mm/hari," katanya.

Kemudian Informasi Dinamika Atmosfer SOI : +3.4 (tidak signifikan < +7) —> Suplai uap air bergerak dari Pasifik Timur ke Pasifik Barat, aktivitas potensi pembentukan awan hujan di wil. Indonesia Timur tidak signifikan. Indeks ENSO di NINO3.4 : -0.15 (normal ±0.5) —> tidak signifikan terhadap peningkatan hujan di wil. Indonesia. DMI : +0.49 (normal ±0.4) —> Suplai uap air dr wil. S. Hindia ke wil. Indonesia bag. barat tidak signifikan (aktivitas pembentukan awan di wil. Indonesia bag. barat tidak signifikan).

MJO : Kuadran 3 (Indian Ocean) —> berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. Belokan angin dan konvergensi : Sebagian Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan TImur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Kelembapan Udara : di lapisan 500mb kondisinya sudah kering untuk 7 hari kedepan namun masih ada kondisi basah di beberapa waktu terutama sore dan malam hari.

Winarko







Berita Terkait



Komentar