#bmkg#erupsi

BMKG Pasang Display Informasi Cuaca Realtime di Kawasan Semeru

( kata)
BMKG Pasang Display Informasi Cuaca <i>Realtime</i> di Kawasan Semeru
Warga hendak mengevakuasi hewan ternak usai erupsi Gunung Semeru.  Antarafoto


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut memberikan dukungan dalam upaya mitigasi lanjut serta pencarian, pertolongan dan penyelamatan (Search and Rescue) korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

“Saat ini kami telah memasang sejumlah peralatan pendukung guna memantau kondisi cuaca khusus di kawasan Semeru. Informasi cuaca ditayangkan dalam display, juga ada prakiraan cuaca dalam beberapa hari kedepan,” ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati melalui siaran persnya, Senin, 6 Desember 2021.

Informasi cuaca yang ditampilkan terdiri dari Citra Satelit Himawari-8, citra radar cuaca, kondisi udara atas terutama untuk penerbangan, kondisi kualitas udara untuk memonitor sebaran abu vulkanik serta sistem pemodelan untuk memprediksi sebaran abu dan memprakirakan cuaca beberapa hari ke depan.

“Saya langsung datang ke sini untuk memastikan bahwa dukungan BMKG benar-benar berjalan dengan baik dan seluruh informasi yang dikeluarkan tersebar dan dapat diakses masyarakat,” kata Dwikorita.

Dia melanjutkan informasi cuaca di kawasan Gunung Semeru terus diperbaharui secara periodik dan realtime. Hal itu untuk menjaga keselamatan warga di pengungsian dan  tim yang mencari korban hilang akibat erupsi Gunung Semeru. Mengingat, saat ini seluruh wilayah Indonesia memasuki musim hujan.

Selain itu, BMKG juga melakukan monitoring aktivitas erupsi dan peringatan dini yang ditangani oleh PVMBG - Badan Geologi, Kementerian ESDM. BMKG juga turut memonitor pergerakan sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Semeru di udara.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Semeru erupsi pada Sabtu (4/12/2021) pukul 15.20 WIB dengan mengeluarkan awan panas di wilayah Lumajang dan sekitarnya. Hujan deras pada hari itu juga menyebabkan lahar dingin dari kawah gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meluncur deras menerjang desa di bawahnya.

 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar