#tsunami#bencanaalam#beritanasional

BMKG Miliki 10 Alat Pendeteksi Gempa dan Tsunami di Lampung

( kata)
BMKG Miliki 10 Alat Pendeteksi Gempa dan Tsunami di Lampung
Peta 5 alat yang digunakan untuk mengukur muka air laut atau Tide Gauge di Provinsi Lampung. Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) memiliki 10 alat pendeteksi gempa dan peringatan dini tsunami bernama warning receiver system (WRS) diberbagai titik yang ada di Provinsi Lampung. Kemudian ada 5 alat yang digunakan untuk mengukur muka air laut atau tide gauge.

Teknologi tersebut mumpuni untuk mendeteksi gempa agar bisa memberikan peringatan dini kepada masyarakat. Masyarakat juga diminta untuk senantiasa berhati-hati dalam melakukan aktivitasnya karena bencana bisa terjadi kapan dan dimana saja.

Penggunaan teknologi untuk memitigasi bencana gempa dan tsunami sudah diatur dalam UU No 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. Aturan tersebut diperkuat dengan Perpres No 93 Tahun 2019 yang berisi tentang Penguatan dan Pengembangan Sistem Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami. 

Baca juga: BPBD Lampung Siap Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem dan Potensi Tsunami

WRS NewGen ini merupakan terobosan BMKG yang didukung oleh Sentuh Digital Teknologi. Alat pendeteksi ini mempunyai kelebihan untuk memberikan informasi gempa secara real time. Sementara Tide Gauge adalah alat yang digunakan untuk mengukur muka air laut. Sebagian besar tide gauge adalah alat pengukur berupa pelampung diletakkan pada titik yang terletak di pelabuhan, teluk, atau laguna.

Kepala Stasiun Geofisika Lampung Utara, Anton Sugiharto, mengatakan alat pendeteksi gempa dan peringatan dini tsunami bernama warning receiver system (WRS) berada di BPBD Lampung Selatan, Kantor Bupati Tanggamus, Hotel Kahay Bach, Kantor SAR, BPBD Pesawaran, BPBD Pesisir Barat, BPBD Lampung Barat, BPBD Lampung Timur, BPBD Tulangbawang dan BMKG Geofisika Lampung Utara.

"BMKG juga sudah memasang 10 WRS New Gen di Lampung sebagai informasi warning tsunami dan informasi gempa bumi," katanya kepada Lampung Post, Senin, 28 September 2020.

Ia mengatakan bahwa untuk pendeteksi adanya bencana alam tsunami dan gempa bumi, pihaknya memiliki alat untuk mengetahui adanya informasi awal mengenai kejadian bencana. Alat pendeteksi gelombang air laut di Lampung juga sudah dimiliki. Ada 5 alat tidegauge yang berada di Sabesi Lampung Tengah, Pelabuhan Panjang Bandar Lampung, Kota Agung Tanggamus, Bengkunat Pesisir Barat dan Krui Pesisir Barat.

"Ada lima tidegauge yang ada di lampung dibawah koordinasi Badan Informasi Geospasial (BIG), alat tersebut dalam kondisi normal data masuk di BMKG pusat. BMKG juga memasang AWS Maritim dengan fungsi water Level di Bakauhuni dalam kondisi baik," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar