#BMKG#CUACA#BERITALAMPUNG

BMKG Maritim Keluarkan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Lampung 

( kata)
BMKG Maritim Keluarkan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Lampung 
Kapal nelayan di pantai Benteng Samudera Pesawaran, Rabu, 3 Agustus 2022. (Lampost.co/Putri Purnama)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Lampung mengeluarkan peringatan waspada gelombang tinggi di beberapa perairan Lampung. 

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Lampung, Rintiana, mengatakan peringatan itu berlaku sejak 3-4 Agustus 2022. Tinggi maksimal gelombang mencapai 6 meter. 

"Tinggi gelombang empat sampai lima meter di perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian barat,  dan Teluk Lampung bagian selatan," ujarnya, Rabu, 3 Agustus 2022.

Rintiana melanjutkan di perairan Samudera Hindia Barat Lampung dapat berpotensi terjadi gelombang setinggi enam meter. Untuk cuaca di perairan Lampung, diperkirakan akan terjadi hujan ringan hingga sedang. 

"Gelombang tinggi tersebut diakibatkan oleh adanya daerah pertemuan atau perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau memanjang dari Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga Samudera Hindia barat Lampung, dari Laut Jawa hingga Selat Bangka bagian selatan," kata dia. 

Baca juga: BMKG Maritim Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Laut Lampung

Sementara itu, untuk Teluk Lampung bagian utara kondisi gelombang masuk dalam kategori tinggi, yakni 2,5 - 4 meter. Selanjutnya, di perairan timur Lampung bagian selatan dan perairan timur Lampung bagian utara kondisi gelombang masuk kategori sedang dengan ketinggian 1,25 - 2,5 meter.

"Untuk dua perairan terakhir, yakni Selat Bangka bagian selatan dan Selat Bangka bagian utara masuk dalam kategori rendah dengan ketinggian gelombang 0,5 - 1,25 meter," ujar Rintiana. 

BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk waspada, memastikan keamanan dan keselamatan sebelum melakukan penyeberangan atau saat berwisata di laut. Karena gelombang maksimum dapat mencapai dua kali tinggi gelombang yang diperkirakan. 

"Bagi masyarakat terutama nelayan agar selalu melakukan pemeriksaan terhadap kondisi cuaca melalui website atau sosial media resmi BMKG agar setiap kegiatan yang dilakukan lebih aman," kata Rintiana. 

 

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar