#BMKG#GEMPA

BMKG Catat Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Keerom Papua

( kata)
BMKG Catat Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Keerom Papua
Ilustrasi gempa. (Foto: Medcom.id)


 

Jakarta(Lampost.co) -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Keerom di Provinsi Papua. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
 
Berdasarkan informasi dari BMKG di Jakarta, pusat gempa berada pada 3,47 Lintang Selatan dan 140,31 Bujur Timur pada kedalaman 10 kilometer (km). Gempa yang terjadi pada pukul 19.27 WIB, Sabtu, 28 Agustus 2021 itu berpusat di darat 52 km Barat Daya Keerom.

Gempa itu dirasakan dengan skala II-III Modified Mercalli Intensity (MMI) di Kota Jayapura, II-III di Keerom, II-III di Kabupaten Jayapura, serta II-III di Wamena.
 
Skala II MMI yakni getaran dirasakan oleh beberapa orang, serta benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
 
Sementara skala III MMI berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah serta terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. BMKG catat 6 kali gempa susulan pascagempa guncang Keerom di Papua
 
BMKG juga mencatat enam gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 3,8 hingga pukul 20.21 WIB pascagempa magnitudo 5,7 yang mengguncang wilayah Keerom di Provinsi Papua.
 
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, mengatakan gempa magnitudo 5,7 itu merupakan hasil pemutakhiran terhadap gempa yang diberitakan sebelumnya dengan magnitudo 6.

"Guncangan gempa itu dirasakan di daerah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom dan Wamena dengan skala II-III Modified Mercalli Intensity (MMI) yang berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah, dan terasa getaran seakan akan truk berlalu," jelasnya.
 
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Gempa itu juga tidak berpotensi tsunami.
 
Episenter gempa terletak pada koordinat 3,51 derajat Lintang Selatan dan 140,44 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 76 kilometer (km) arah Barat Daya Kota Waris, Kabupaten Keerom, Papua pada kedalaman 48 km.
 
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas Subduksi New Guinea. Gempa itu memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
 
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," ujar Bambang.
 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar