#umkm#lampungbarat

BLUD Lambar Kembali Gulirkan Dana Pinjaman UMKM Rp188 juta

( kata)
BLUD Lambar Kembali Gulirkan Dana Pinjaman UMKM Rp188 juta
Ilustrasi UMKM. Lampost.co/Atika Oktaria


Liwa (Lampost.co) -- Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) di bawah Dinas Koperasi Industri Perdagangan dan Pasar (Koperindagpas) Lampung Barat (Lambar) akan kembali mengucurkan dana sebesar Rp188,107 juta.

Kepala Dinas Koperindagpas Lambar Sugeng Raharjo, mengatakan dana tersebut adalah anggaran yang sudah tersedia yang bersumber dari hasil pengembalian dana bergulir.

"Sampai 31 Maret lalu telah tersedia dana setoran mitra dari hasil perguliran dana BLUD sebesar Rp188,107 juta. Dana itu siap digulirkan kembali di tahun ini," kata dia, Minggu, 11 April 2021. 

Baca: Bantuan UMKM Terkendala Administrasi

Menurut Sugeng, pihaknya sudah menerima empat proposal usaha mikro, kecil, kecil, dan menengah (UMKM), baik perorangan maupun kelompok. Proposal-proposal tersebut sedang dalam proses verifikasi guna menentukan apakah yang bersangkutan memenuhi syarat atau tidak untuk diberikan pinjaman.

"Pada 2020 lalu, pengguliran dana BLUD terealisasi Rp185 juta kepada 16 UMKM. UMKM tersebut ada yang perorangan dan ada yang kelompok," kata dia. 

Melalui program dana bergulir ini diharapkan kegiatan usaha para peminjam bisa berjalan lancar sehingga tidak mengganggu proses pengembalian. 

Sugeng menjelaskan, sejak adanya program perguliran dana pinjaman melalui BLUD pada 2013 hingga saat ini, jumlah peminjam/mitra telah mencapai 449 dengan total perguliran mencapai Rp4,566 miliar.

"Namun sebanyak 214 belum melunasinya. Sebanyak 185 di antaranya menunggak dan sisanya dalam proses pengembalian," kata Sugeng. 

Ia menambahkan, berdasarkan data yang ada, mitra yang menunggak itu rincianya tahun 2003-2007 sebanyak 18 mitra. Mereka menunggak dari total dana yang digulirkan yaitu Rp1,318 miliar dengan jumlah mitra keseluruhan sebanyak 71 mitra. Kemudian periode 2008-2011 sebanyak 11 mitra dari 52 mitra dengan total dana perguliran sebesar Rp645 juta.

"Pada 2012 sebanyak 119 mitra dari 157 mitra dengan total dana perguliran yang sebesar Rp420 juta juga menunggak. Tahun 2013 dengan jumlah perguliran sebesar Rp280 juta, sebanyak delapan dari 25 mitra menunggak," kata dia. 

Tahun 2014 jumlah dana perguliran Rp296 juta, empat mitra dari 26 mitra menunggak. Tahun 2015 -2018 jumlah perguliran Rp1,169 miliar, sebanyak 25 mitra dari 85 mitra  menunggak.

Sementara 2019 perguliran dana mencapai Rp252 juta dengan jumlah mitra sebanyak 17 UMKM. Untuk tahun 2019 tiga mitra di antaranya sudah lunas dan sisanya masih dalam tahap pengembalian.

"Pada 2020 ada 16 mitra dengan total dana digulirkan sebesar Rp185 juta. Namun perguliran tahun 2020 prosesnya masih dalam tahap pengembalian," ujar Sugeng. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar