#LAMSEL

Blank Spot, Kades Banjarsuri Hibahkan Tanah untuk Bangun Tower BTS

( kata)
Blank Spot, Kades Banjarsuri Hibahkan Tanah untuk Bangun Tower BTS
Ilustrasi. Dok. Lampost


Kalianda (Lampost.co) -- Desa Banjarsuri, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, merupakan area blank spot atau daerah tidak terjangkau jaringan internet.

Di era serba digital saat ini, akses internet sudah menjadi kebutuhan semua orang, dimulai dari komunikasi, pekerjaan, pertemanan, bergaul di media sosial, belajar, bermain game dan hiburan.

Alat komunikasi dengan akses internet seperti gawai sudah menggantikan fungsi beberapa alat elektronik lainnya, sehingga sudah dipastikan setiap orang memiliki perangkat tersebut.

Desa Banjarsuri yang terletak di pelosok Kecamatan Sidomulyo, secara geografis daerah dataran tinggi, hampir semua provider penyedia layanan telekomunikasi bisa di akses.

Hanya saja, sinyal yang didapat pas-pasan, dengan indikator Edge yang semestinya 4G, membuat jaringan internet tidak bisa diakses.

Sedangkan untuk komunikasi menggunakan telepon masih bisa terhubung atau nyambung, hanya saja suara yang diterima kerap terputus-putus. "Telpon biasa bisa, tapi sering putus-putus," kata Nasir (21) warga sekitar, Kamis 24 November 2022.

Untuk dapat terhubung internet, mahasiswa salah satu universitas swasta di Lampung Selatan itu mengaku harus keluar wilayah Desa Banjarsuri. "Nyelesaikan tugas harus keluar desa, tapi kalau cuma chatingan ada sinyal lumayan di kebun belakang rumah," ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan informasi Lampung Selatan, Sefri Masdian menjelaskan Pemdes Desa Banjarsuri sudah mengusulkan untuk jaringan internet. "Belum lama ini mereka sudah mengusulkan, sudah kami sampaikan ke Kementerian Kominfo," kata dia.

Syarat usulan area blank spot internet, di daerah tersebut wajib hibahkan tanah seluas 20 meter persegi yang diperuntukkan tower provider telekomunikasi. "Syaratnya ada hibah tanah, untuk provider telekomunikasinya nanti bebas tidak harus milik pemerintah," kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Banjarsuri, Sugianto mengaku sudah mengusulkan jaringan internet dan menghibahkan tanah miliknya untuk tempat membangun tower BTS. "Sudah diusulkan, termasuk kebun sawit milik saya dihibahkan untuk tower," kata dia

Hanya saja, tanah miliknya seluas 20 meter persegi berupa kebun sawit terletak sedikit di daerah pedalaman. Akan tetapi bisa dialihkan ke daerah yang lebih baik. "Bisa dialihkan ke daerah sekitar, warga siap tukar guling dengan milik saya itu," ujar dia.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar