honorertenagahonorerhonorerdihapus

BKD Lamsel Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Jumlah Honorer

( kata)
BKD Lamsel Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Jumlah Honorer
Ilustrasi. Dok MI

KALIANDA (Lampost.co) -- Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Lampung Selatan saling melempar tanggung jawab ketika ditanya tentang jumlah seluruh tenaga honorer yang ada di lingkup Pemkab Lamsel.

"Saya lagi di Tanjungbintang mas, ada kegiatan bersih-bersih. Coba tanya saja dengan Sekretaris," ujar Kepala BKD Lampung Selatan Puji Sukanto, Jumat, 24 Januari 2020.

Lebih lanjut Puji Sukanto mengatakan dirinya tengah berada di luar. Menurutnya jika ingin data harus bersabar karena harus akurat.

"Saya kan sedang di luar mas, kalau mau sabar," katanya, terkesan enggan memberikan data jumlah tenaga honorer.

Di lain pihak, Sekretaris BKD Lampung Selatan Agus Hariyanto melempar kembali soal data pegawai honorer ke Kepala BKD Lamsel. Ia berkilah hak jawab ada di atasannya.

"Ngaklah, kan hak jawab beliau itu," kata Agus, yang juga tidak mau memberikan data jumlah tenaga honorer lingkup Pemkab Lamsel.

Sementara itu Kepala Satpol PP Lampung Selatan Heri Bastian yang mengaku tengah berada di Wilayah Kecamatan Tanjungbintang mengikuti kegiatan bersih-bersih dengan gamblang memberikan penjelasan bahwa jumlah tenaga honorer di Kantor Satpol -PP Lamsel mencapai 440 orang, dan ASN sebanyak 107 orang. Maka, total ada 547 orang.

Disinggung terkait rencana penghapusan tenaga honorer, Heri menjelaskan jika dipahami maksud dari KASN dan Komsi II DPR yakni penghapusan statusnya saja dari honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), bukan mau dirumahkan.

"Tapi, kalau arti penghapusannya adalah pemberhentian atau dirumahkan tentunya ini tidak bijak sekali dan hal ini sangat miris. Sebab, personil Satpol-PP merupakan tenaga yang vital untuk menjalankan tugas sebagai penegak Perda. Selain itu, personel Satpol-PP walaupun masih honorer tapi sudah memiliki pendidikam dasar. Apalagi, rekrutmen Satpol-PP seleksinya cukup panjang," jelasnya.

Dilain pihak, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung Selatan Intji Indriati, mengatakan anggaran untuk tenaga honorer tersedia. Namun, BPKAD Lamsel tidak dapat memberikan jumlah anggaranya. Sebab, lebih dahulu BPKAD menerima data secara rill dari BKD.

"Tugas kami hanya membayarkan, jika ada data rill yang diajukan oleh BKD Lamsel. Nanti, baru ketahuan berapa kebutuhan anggarannya untuk penggajian para tenaga honorer yang diajukan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkup Pemkab Lamsel," katanya.

Dia menambahkan, sebenarnya jumlah anggaran untuk gaji tenaga honorer di Pemkab Lampung Selatan dapat dihitung. Jika, data rill-nya sudah diberikan oleh BKD Lamsel.

"Untuk gaji tiap tenaga honorer di Lingkup Pemkab Lampung Selatan ini tidak sama. Karena, disesuaikan dengan status pendidikanya yakni untuk SMA sebesar Rp1,1 juta, Sarjana muda Rp1,2 juta dan Sarjana Rp1,4 juta per orang," tambahnya. 

Winarko



Berita Terkait



Komentar