#peretasan#hacker

Bjorka Jual 44 Juta Data MyPertamina Seharga Rp 392 Juta

( kata)
Bjorka Jual 44 Juta Data MyPertamina Seharga Rp 392 Juta
Gambar profil Bjorka di Breach Forums/Istimewa


Jakarta (Lampost.co) -- Hacker Bjroka kembali berulah setelah cukup lama menghilang. Sosok yang gemar membocorkan dan memperjualbelikan data pribadi ini kembali dengan menjual data pengguna MyPertamina.

Dalam sebuah thread di situs Breached Forum Bjorkan memposting MYPERTMINA INDONESIA 44 MILLION. "MyPertamina adalah platform layanan finansial digital yang terintegrasi dengan aplikasi LinkAja. Aplikasi ini dugunakan untuk pembayaran minyak bakar non tunai di SPBU Pertamina," demikian keterangan MyPertamina tertulis dalam situs. 

BACA JUGA: Bjorka Kembali Beraksi, Data MyPertamina Diretas

Data tersebut dijual Bjorka USD 25 ribu atau Rp 392 juta (kurs Rp 15.700). Data tersebut hanya dapat ditebus dengan Bitcoin.

"Harga US$ 25 ribu. Pembayaran hanya menggunakan BTC (bitcoin)," tulis Bjorka dalam unggahannya, dikutip Jumat. 

Total ada 44.237.264 data dengan kapasitas 6 Gigabite (GB) untuk file terkompres dan 30 GB untuk file tidak terkompres. Data itu diretas pada November 2022. 

Sejumlah informasi yang dimiliki adalah nama, email, NIK, NPWP, nomor telepon, alamat, dan tanggal lahir. Lalu ada juga informasi jenis kelamin dan penghasilan.

Bjorka, nama hacker yang menjadi sorotan beberapa waktu lalu. Cuitan-cuitan Bjorka membongkar rahasia negara. 

Bjorka sempat menulis cuitan tentang sosok terduga pembunuh aktivis HAM, Munir yang tewas di pesawat pada tanggal 7 September 2004.

Bjorka menyinggung satu nama, yakni Muchdi Purwopranjono. Menurut Bjorka, nama tersebut saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Berkarya. Tak lama usai cuitan terakhirnya, kini terpantau akun twitter Bjorka dengan nama At Bjorkanism sudah tidak bisa diakses. Terdapat tulisan 'account suspended'.

"MyPertamina adalah platform layanan finansial digital yang terintegrasi dengan aplikasi LinkAja. Aplikasi ini dugunakan untuk pembayaran minyak bakar non tunai di SPBU Pertamina," demikian keterangan MyPertamina tertulis dalam situs. 

 

 

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar