#BisnisJudidiMacau'Lumpuh'AkibatKorona

Bisnis Judi di Macau 'Lumpuh' Akibat Korona

( kata)
Bisnis Judi di Macau 'Lumpuh' Akibat Korona
Ilustrasi Virus Korona. Foto : AFP.

Macau (Lampost.co) -- Merebaknya virus korona turut berpengaruh pada bisnis judi di Kota Macau, Tiongkok. Pendapatan bisnis tersebut tercatat mengalami penurunan 11,3 persen (yoy). Pusat bisnis kasino terbesar di dunia itu kini menjadi kota hantu setelah otoritas kesehatan negara tersebut membatasi pelancong bepergian ke Tiongkok.
 
Melansir CNBC International, Minggu, 2 Februari 2020, pendapatan kasino di kawasan Macau turun 22,1 miliar pataka atau setara dengan USD2,76 miliar. Penurunan ini lebih rendah dari perkiraan analis sebelum aturan pembatasan kunjungan, yang memprediksi hanya mencapai 2 persen.
 
Dengan adanya aturan pembatasan kunjungan, beberapa analis memperkirakan penurunan kemungkinan mencapai 30 persen.

Saat ini hubungan transportasi dengan daratan Tiongkok telah dibatasi dengan puluhan penerbangan dan layanan feri dibatalkan. Pemerintah setempat juga memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek hingga akhir minggu sehingga membuat bank dan pusat bisnis tutup.
 
Jumlah kematian akibat virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) telah melampaui 250 orang per Sabtu, 1 Februari 2020. Menurut data Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, sedikitnya 259 orang tewas akibat virus korona nCoV, dengan total kasus terkonfirmasi mencapai 11.791 di seantero Negeri Tirai Bambu.
 
Dilansir dari laman Al Jazeera, sebagian besar kematian berasal dari provinsi Hubei. Wuhan, kota pusat penyebaran virus korona nCoV, berada di provinsi tersebut.
 
Berdasarkan keterangan Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, sekitar 102 ribu orang berada dalam pengawasan medis khusus karena menunjukkan gejala-gejala gangguan pernapasan.
 

Medcom





Komentar