#ekonomi#BI

Bisnis Go Digital Bertahan di Tengah Pandemi

( kata)
Bisnis Go Digital Bertahan di Tengah Pandemi
Webinar Bank Indonesia Provinsi Lampung mengenai Bisnis Go Digital Bertahan di Tengah Pandemi.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus didorong untuk bangkit melawan pandemi Covid-19. Melalui digitalisasi harapannya pelaku usaha bisa survive, dan melebarkan pemasaran usaha.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan mengatakan dalam rangka mengakselerasi dan mendukung pemulihan ekonomi, pihaknya melakukan sinergi dengan Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Kota maupun stakeholders lainnya termasuk Dekranasda dengan melaksanakan berbagai program sinergi di bidang pemberdayaan UMKM, pariwisata, ekonomi dan keuangan syariah, serta ekonomi dan keuangan digital, dalam rangka mendukung program nasional Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja (GBWI).

Melalui digitalisasi, akses pasar UMKM menjadi lebih besar. BI terus mendorong digitalisasi untuk memudahkan transaksi non tunai salah satunya dengan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS," katanya saat webinar, Sabtu, 11 September 2021.

Founder Dr. Koffie Indonesia, Muhammad Alghazali Qurtubi mengatakan digitalisasi itu penting karena dari 274,9 juta populasi di Indonesia ada 73,7% populasi atau 202,6 juta orang menggunakan internet. Artinya pasarnya sangat besar. Apalagi ketika ada pandemi covid-19, masyarakat membatasi kegiatan diluar rumah dan memilih melakukan transaksi lewat online.

"Begitu besarnya orang menggunakan internet dan online saat ini," katanya

Ia menceritakan ada 4 langkah yang dilakukan. Pertama, membuat website www.dr.koffie.co.id dan membuat scan for order. Ia meraup 60% frainces/oulate baru dan kemitraan didapat saat masa awal pandemi. Kedua, sosial media seperti instagram, facebook, youtube dan whatsapp. Konten yang diposting juga harus mengandung sesuatu yang unik, lucu, sedih, viral dan trend.  Kemudian konten edukasi untuk menunjukan kualitas yang dijual.

Ketiga, memanfaatkan aplikasi pesan antar makanan. Jasa pengantar online memicu pertumbuhan UMKM Kuliner. Kemudian pembayaran lebih mudah dengan cashless pakai QRIS atau uang digital. Keempat, memaksimalkan marketplace seperti Shoppe, tokopedia, dan bukalapak.

"Omset keseluruhan meningkat 300% dari sebelum pandemi dan saat pandemi dengan menerapkan 4 strategi tadi," katanya.

Praktisi Bisnis Online dari Asosiasi Ecommerce Indonesia (idEA), Tommy Arno Funz menjelaskan e-commerce merupakan kumpulan teknologi, aplikasi dan bisnis yang menghubungkan perusahaan atau perorangan sebagai konsumen untuk melakukan transaksi elektronik, pertukaran barang, dan pertukaran informasi melalui internet. Contohnya jual beli online di markerplace, internet banking, mobile banking dan SMS banking, tv kabel dan internet provider, payment gatewat (QRIS, Dana, Ovo dan sebagainya), ojek online, dan ekspedisi online.

"Jumlah populasi kita 274,9 juta orang dari tahun 2020-2021 bertambah 2,9 juta orang. Kemudian yang menggunakan smartphone bertambah 4 juta orang lebih, pengguna internet bertambah 27 juta orang lebih, dan pengguna media sosial aktif bertambah 10 juta oran lebih," katanya.

Kemudian aktivitas ecommerce di Indonesia tahun 2021 diantaranya 93% mencari produk/jasa untuk dibeli, 87,3% mengunjungi website ritel atau toko online, 78,2% menggunakan aplikasi belanja di online lewat smartphone, dan 87,1% membeli produk online. Kemudian kategori fashion & beauty bertambah 50,7%, makanan & personal care bertambah 61,3%, elektonik bertambah 38,9%, furniture dan alat rumah tangga bertambah 47,8%, musik digital bertambah 35,1%, game bertambah 31,1% dan mainan & hobi bertambah 51,5%.

"Maka pastikan produknya ada yang mencari di internet, pilih ecommerce yang paling dikuasai, mulai posting produk di ecommerce konsisten aja, lalu jika ada waktu belajarlah dengan mengikuti pelatihan," katanya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar