#politik#akademisi#birokrat

Birokrat Hingga Akademisi Mantapkan Diri Tarung di Pilkada

( kata)
Birokrat Hingga Akademisi Mantapkan Diri Tarung di Pilkada
Dok

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Para birokrat, mantan birokrat hingga akademisi siap berlaga dalam pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 di 8 Kabupaten/Kota. Tak mau kalah dari para politisi yang sehari-hari bergelut di bidang politik, para tokoh tersebut juga sudah siap memantapkan tim pemenangan di lapisan masyarakat atau gerakan dan organisasi akar rumput (grassroot).

Bakal calon wakil walikota Metro, Fritz Akhmad Nuzir mengatakan bahwa usai serah terima dukungan dari PDI Perjuangan, dirinya bersama Bakal Calon Walikota Metro Anna Morinda fokus untuk konsolidasi. Ia juga mengatakan bahwa tim pemenangan di setiap tingkatan juga sedang dimantapkan.

"Tim pemenangan masih digodok," kata Fritz yang juga merupakan Dosen Universitas Bandar Lampung dan arsitek lulusan S1 UGM, S2 Anhalt University of Applied Sciences Jerman dan S3 di University of Kitakyushu Jepang kepada Lampost.co, Kamis, 27 Februari 2020.

Ia juga mengatakan bahwa untuk di Kota Metro, Anna Morinda - Fritz Akhmad Nuzir sudah memiliki tagline "Metro Unggul, Cerdas dan Religius" dengan semangat solid bergerak. Ia juga memiliki berbagai fanbase diberbagai platform media sosial dan dikelompok masyarakat.

Bakal calon wakil wali kota Bandar Lampung, Dedi Amrullah mengatakan bahwa dirinya belum bisa berkomentar banyak karena dirinya belum mendapatkan rekomendasi dan deklarasi pencalonan.

Namun dirinya sudah siap bila diminta maju mendampingin Eva Dwiana Herman HN untuk mengikuti pesta demokrasi di Kota Tapis Berseri. Ia juga mengatakan bahwa kominikasi politik yang dibangun juga baik kepada partai politik.

"Kita kan nggak mau berandai-andai karena rekomendasi belum dikeluarkan. Nantikan Bunda Eva akan deklarasi bulan April, setelah itu pembentukan tim pemenangan. Tapi kalau tim kecil sudah dibentuk," kata Mantan Leassion Officer Herman HN - Sutono di Pilgub Lampung ini.

Kemudian disinggung mengenai kesiapan cost politik dirinya tidak ingin berbicara banyak, ia mengaku bahwa dirinya tidak menyiapkan sampai milyaran rupiah. Namun yang pasti, dirinya harus siap menggerakan tim pemenangan dilapangan sesuai peraturan perundang-undangan yang taat azas dan taat hukum.

"Kalau cost politik jangan tanya saya. Karena saya inikan nggak disangka dan nggak diduga dipanggil oleh Bunda Eva. Kita ikut partai saja," kata Mantan Asisten Sekretaris Kota Bandar Lampung ini.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar