#bioskop#ppkm#mal

Bioskop di Bandar Lampung masih Tutup

( kata)
Bioskop di Bandar Lampung masih Tutup
Suasana salah satu bioskop di mal yang ada di Kota Bandar Lampung. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bioskop di Kota Bandar Lampung belum beroperasi. Meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah tidak berada di level 4, namun pembukaan bioskop harus tetap menunggu kebijakan dari Wali Kota Bandar Lampung.

Pantauan Lampost.co di beberapa mal, belum ada jadwal penayangan film yang terpampang di bioskop-bioskop di Bandar Lampung.

"Belum dibuka, kami masih menunggu surat dari peraturan wali kota," kata Store Manager Ramayana Robinson Rajabasa Bandar Lampung, Wahyu, Selasa, 21 September 2021. 

Baca: Pengunjung Mal di Bandar Lampung Naik 30 Persen

 

Hal serupa juga saat mengakses aplikasi penjualan tiket bioskop online TIX.ID

"Maaf, saat ini tidak ada film yang diputar di bioskop," tulis notifikasi aplikasi tersebut. 

Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 44 Tahun 2021 di Provinsi Lampung, seluruh kabupaten/kota menerapkan PPKM Level 2, kecuali Bandar Lampung. Dalam aturan perpanjangan PPKM dari 20 September hingga 4 Oktober 2021 itu, Bandar Lampung masih berada di PPKM Level 3.

Meskipun begitu, dalam Inmendagri tersebut dijabarkan bahwa bioskop di daerah dengan PPKM Level 3 boleh dibuka dengan ketentuan, Pertama, wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining atau penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang diatur oleh Pemerintah Daerah terhadap semua pengunjung dan pegawai. Kedua, kapasitas maksimal 50% dan hanya pengunjung dengan kategori hijau dalam PeduliLindungi yang boleh masuk.

Ketiga, pengunjung usia kurang dari 12 tahun dilarang masuk. Keempat, dilarang makan dan minum atau menjual makanan dan minuman dalam area bioskop. Kelima, mengikuti prokes yang diatur oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kesehatan. Keenam, daftar perusahaan yang akan mengikuti uji coba ini ditentukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar