#bincanginspiratif#ccai

Bincang Inspiratif CCAI Bekali Mahasiswa UBL Wawasan Industri 4.0

( kata)
Bincang Inspiratif CCAI Bekali Mahasiswa UBL Wawasan Industri 4.0
Caption: CA Regional Manager West Indonesia CCAI Yayan Sopian saat menyampaikan presentasi dalam Bincang Inspiratif Mobile Coke Tour di aula F UBL, Kamis (24/10/2019).

Bandar Lampung (Lampost.co): Sebanyak 200 mahasiswa dari Prodi Ilmu Komunikasi, Ilmu Administrasi Bisnis, dan Ilmu Administrasi Publik FISIP Universitas Bandar Lampung (UBL) mengikuti kegiatan Mobile Coke Tour 2019 yang dipersembahkan Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) dan Harian Umum Lampung Post, Kamis, 24 Oktober 2019, di aula F kampus tersebut.


Bincang inspiratif yang mengangkat topik Perkembangan dan Tantangan Revolusi Industri 4.0 itu menghadirkan narasumber Plant Operation Manager CCAI Teguh Widodo, CA Regional Manager West Indonesia CCAI Yayan Sopian, dan Askadiv Online Lampung Post Abdul Gafur. Turut hadir Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Khomsahrial, Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi Noning Verawati, dan para dosen.

Teguh Widodo mengatakan saat ini CCAI memiliki 8 pabrik di seluruh Indonesia, yaitu Cibitung, Cikedokan, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Medan, dan Lampung, serta beroperasi dengan lebih dari 200 pusat penjualan dan distribusi di seluruh Indonesia.  Coca-Cola pun melakukan adaptasi dan transformasi menghadapi perubahan yang terjadi, seperti perubahan pasar, selera konsumen, dan teknologi.

"Untuk meningkatkan kinerja, pelayanan, dan daya saing, sejak lima tahun lalu CCAI memulai proses otomatisasi dan digitalisasi. Sebagian besar sistem tersebut dirancang dan dikembangkan oleh tim internal, yang merupakan putra putri Indonesia. Sistem dirancang berbasis internet platform yang mudah dan dapat dioperasikan melalui perangkat komputer atau tablet atau telepon genggam," kata Teguh yang sejak 1996 bekerja di CCAI.

Jurnalis senior Lampung Post, Abdul Gafur, menjelaskan revolusi industri 4.0 merupakan tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dan teknologi siber (internet). "Revolusi industri 4.0 ditandai dengan penggunaan mesin yang berbasis internet, analisis big data, dan pemanfaatan sistem Cloud," kata Gafur.

Ia menceritakan Lampung Post kini sudah berkembang sebagai industri media yang berbasis digital. "Lampung Post memiliki berbagai platform digital untuk semakin memudahkan masyarakat untuk mengakses berita yang aktual dan teruji," katanya.

Sebagai pelaku industri media dan komunikasi, Gafur pun meminta mahasiswa cerdas dalam menghadapi berita bohong atau hoaks dengan memahami dahulu konten informasi dan mengecek fakta. "Ketika menerima sebuah informasi yang belum tentu kebenarannya dari media sosial, kita harus cek fakta dan pahami dulu informasi yang beredar," ujarnya.

Selanjutnya dalam presentasi terakhir, Yayan Sopian mengharapkan mahasiswa mengambil posisi layaknya pengemudi mobil yang berani mengambil risiko dan menghadapi setiap perubahan yang terjadi. "Saat ini Indonesia membutuhkan para pemuda yang bermental driver, yang berani mengambil risiko, berani menghadapi tantangan, dan berani untuk sukses. Mahasiswa harus menjadi driver yang tahu sukses di mana dan tahu peta suksesnya. Jadilah pemimpin yang siap mengatasi tantangan perubahan, tidak pernah menyerah, dan memiliki kreativitas tinggi," kata Yayan.

Pria asal Bandung itu pun berbagi kunci sukses dalam menggapai cita-cita, yakni berkolaborasi (bekerja sama) dengan orang lain, terbuka terhadap perubahan, mau belajar hal baru, dan berani bereksperimen.

 

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar