#rusiaukraina#internasional

Biaya Rekonstruksi Ukraina Diestimasi Capai Rp11,2 Kuadriliun

( kata)
Biaya Rekonstruksi Ukraina Diestimasi Capai Rp11,2 Kuadriliun
Presiden Volodymyr Zelensky hadir di layar besar dalam Konferensi Pemulihan Ukraina di Lugano, Swiss, 4 Juli 2022. (Fabrice COFFRINI / AFP)


Lugano (Lampost.co) -- Ukraina mengestimasi biaya rekonstruksi negaranya yang hancur diserang Rusia sejak 24 Februari lalu mencapai USD750 miliar atau setara Rp11,2 triliun. Estimasi disampaikan dalam Konferensi Pemulihan Ukraina di Swiss, Senin, 4 Juli 2022.

"Rekonstruksi Ukraina bukan tugas lokal dari sebuah negara tunggal," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang berbicara melalui sambungan video.

"Ini merupakan tugas seluruh negara demokratis. Rekonstruksi Ukraina adalah kontribusi terhadap perdamaian global," sambungnya, dilansir dari Malay Mail, Selasa, 5 Juli 2022.

Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengatakan kepada para hadirin bahwa biaya rekonstruksi negaranya mencapai estimasi USD750 miliar.

"Kami meyakini sumber utama dari pemulihan harus berasal dari penyitaan aset-aset Rusia dan oligarkinya," ungkapnya.

"Otoritas Rusia memulai perang berdarah ini. Mereka menyebabkan kerusakan masif, dan mereka harus bertanggung jawab untuk itu," lanjut Shmyhal.

Konferensi Pemulihan Ukraina, berlangsung selama dua hari di kota Lugano, dijadwalkan sebelum invasi. Awalnya, konferensi tersebut bertujuan membahas reformasi di Ukraina. Namun, dialihkan menjadi rekonstruksi setelah Rusia menyerang.

Shmyhal memaparkan rencana rekonstruksi Ukraina yang terbagi dalam beberapa fase. Ukraina akan memfokuskan usaha memenuhi kebutuhan warga terdampak perang. Kemudian mendanai ribuan proyek rekonstruksi yang akan membuat negara tersebut lebih hijau dan digital.

Sejumlah menteri Ukraina, termasuk Ibu Negara Olena Zelenska, juga berbicara di konferensi tersebut. Mereka berbicara mengenai beragam hal, mulai dari situasi terkini, rencana rekonstruksi, hingga visi bagi Ukraina baru.

Memakai baju berwarna hitam, Deputi PM Ukraina Mykhailo Fedorovo, yang dipercaya memimpin transformasi digital, memberikan presentasi seperti pendiri perusahaan Apple Steve Jobs. Ia memaparkan secara mendetail mengenai bagaimana Ukraina dapat menjadi negara demokrasi yang sepenuhnya digital.

Menteri Energi Ukraina German Galushchenko memaparkan visi transformasi hijau. Ia mengatakan Ukraina sedang berusaha meningkatkan kapasitas ekspor untuk membantu melawan dampak skema pemangkasan Eropa terhadap energi Rusia. 

Mencoba mengundang para investor, Galushchenko menekankan pemerintahan Zelensky kini membuka peluang untuk membuat banyak keputusan yang sangat cepat untuk mengakomodasi apa pun yang kalian butuhkan. “Ayo investasi di Ukraina," ungkapnya.

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar