#Seniman#Mural#UnderpassUnila#Kriminal#Penganiayaan

‘Biang Onar’ Penganiaya Seniman Mural Diburu

( kata)
‘Biang Onar’ Penganiaya Seniman Mural Diburu
Senimal mural yang dikeroyok kelompok tak dikenal mendapatkan perawatan di rumah sakit. Foto: Dok

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Para seniman mural yang melukis underpass Unila, dianiaya dan dikeroyok oleh sejumlah orang, pada Minggu dini hari 15 September 2019.

Akibat peristiwa tersebut, salah satu seniman Andre mengalami luka di bagian kepala dan pelipis, alat, dan sepeda motor mereka pun di rusak.

Polsek Kedaton mengamankan Tri Julianta (27), salah satu pelaku. Akibatnya para seniman mural pun untuk sementara menghentikan pengerjaan lukisan di underpass Unila.

Mulai Minggu 15 September pagi pun, jalur underpass dari Rajabasa menuju Tanjungkarang, dibuka kembali.

Kapolsek Kedaton Kompol Daud mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap tiga terduga pelaku lainnya, yakni Rekan Tri Julianta yang menaiki mobil dan hendak menerabas scafolding pada saat kejadian.

"Dari pemeriksaan pelaku, ya ada tiga yang sudah kita identifiikas, perannya (penganiayaan), masih kita dalami, kita juga sudah berkoordinasi dengan warga dan tokoh adat setempat (Rajabasa), dan mereka tidak ikut-ikutan, hanya melihat saja," ujar Daud, Senin 16 September 2019.

Pihaknya pun sudah berkoordinasi dan bertemu dengan masyarakat adat, atau tokoh adat Saibatin setempat, pada Minggu malam 15 September 2019.

Tokoh adat mendukung adanya penegakan hukum, dan mengecam upaya premanisme, dan meminta pelaku segera menyerahkan diri. "Memang para pelaku ini, "biang onar", dan bikin warga sekitar resah," katanya.

Asrul Septian Malik

Komentar