#ekonomi

BI Tak Cetak Uang untuk Tangani Covid-19

( kata)
BI Tak Cetak Uang untuk Tangani Covid-19
Gedung Bank Indonesia. Foto: dok MI.

Jakarta (Lampost.co) -- Bank Indonesia (BI) menegaskan tidak akan melakukan pencetakan uang untuk membiayai penanganan dampak ekonomi imbas pandemi virus korona (covid-19). Pasalnya langkah tersebut bukan kebijakan moneter yang lazim dilakukan bank sentral.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo mengaku langkah mencetak uang merupakan usulan sejumlah kalangan kepada bank sentral untuk menangani covid-19. Bahkan sebagian kalangan meminta Bank Indonesia untuk membagikan uang tunai tersebut langsung kepada masyarakat.
 
"Pandangan-pandangan BI mencetak uang itu bukan praktik kebijakan moneter yang lazim dan tidak akan dilakukan BI. Mohon maaf, ini supaya tidak menambah kebingungan masyarakat. Masyarakat ini harus kita berikan pemahaman apalagi mereka juga sudah terkena dampak covid-19," ujar Perry dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2020.

Perry menjelaskan BI punya ketentuan dan mekanisme pengedaran uang kartal yang terdiri atas uang kertas dan logam. Ketentuan dan mekanisme pengedaran uang itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.
 
Dalam beleid tersebut, mekanisme perencanaan, pencetakan, dan pemusnahan uang kartal itu dikoordinasikan antara Bank Indonesia dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Untuk besarannya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
 
"Butuhnya masyarakat berapa, itu yang kemudian berapa proses pencetakan dan pemusnahan uang. Itu bisa diukur berapa pertumbuhan ekonomi dan berapa tingkat inflasi. Kalau pertumbuhan ekonomi lima persen dan inflasi tiga persen, maka kenaikan pencetakan uang kurang lebih delapan persen. Kalau ingin tambah stok, bisa 10 persen," urainya.
 
Perry sekaligus memastikan keseluruhan proses perencanaan, pencetakan, dan pemusnahan uang kartal selalu menggunakan kaidah-kaidah tata kelola yang baik. Juga selalu diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
 
Peredaran uang juga tergantung kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini mekanisme tarik dan setor tunai di perbankan berlaku. Bila masyarakat butuh uang, maka bisa menarik uang yang disimpan di perbankan. Jika masyarakat kelebihan uang, maka bisa disetor dan ditabung ke bank.
 
Pun bagi perbankan, jika bank kelebihan uang yang berasal dari dana pihak ketiga (DPK) hasil tabungan masyarakat, maka bank tersebut akan melakukan setoran ke BI. Namun jika bank kekurangan uang, maka bisa menarik tabungan dari rekening yang tersimpan di Bank Indonesia.
 
"Inilah proses pengedaran, tidak ada proses pengedaran di luar ini. Jadi tidak ada BI cetak uang dan kasih-kasih ke masyarakat. Semua itu prosesnya tata kelola dan diaudit BPK," pungkas Perry.

Medcom



Berita Terkait



Komentar