BPSekonomi

BI Sebut Perekonomian Lampung Perlahan Membaik

( kata)
BI Sebut Perekonomian Lampung Perlahan Membaik
dok Lampost.co


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Lampung mencatat, Perekonomian Provinsi Lampung Triwulan III-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan 2,41 Persen dibanding triwulan III-2019.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BPS provinsi Lampung, Faisal Anwar dalam Diskusi Ekonomi Triwulanan (Diskontri) Triwulan III-2020, yang dilaksanakan melalui zoom meeting.

Dalam penjelasannya, ekonomi Lampung triwulan III-2020 tumbuh sebesar 4,15 persen dibanding triwulan sebelumnya (q-to-q). Sementara, Ekonomi Provinsi Lampung hingga triwulan III-2020 (c-to-c) mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,47 persen.

“Secara spasial, pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatra mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,22 persen. Seluruh provinsi di Pulau Sumatra juga mengalami kontraksi ekonomi,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) provinsi Lampung, Budiharto Setyawan menjelaskan, perbaikan ekonomi Lampung saat ini terbatas, sejalan dengan mobilitas masyarakat yang menurun.

Perekonomian Lampung secara perlahan membaik terindikasi dari PMI Lampung dan omzet penjualan yang berada dalam tren meningkat. Namun demikian perbaikan tersebut di prakirakan terbatas sejak mobilitas masyarakat yang melandai hingga Oktober 2020. Pada periode yang sama. Keyakinan konsumen juga terpantau menurun.

Lebih jauh dia mengatakan, Provinsi Lampung pada Oktober 2020 terpantau mengalami inflasi sebesar 0,21 persen mtm, lebih tinggi dari capaian nasional 0,07 persen mtm, namun lebih rendah dibandingkan dengan capaian Sumatera yang juga mengalami inflasi sebesar 0,36 persen mtm.

Secara tahunan, inflasi pada Oktober 2020 sebesar 1,60 persen yoy atau lebih rendah dari Rentang sasaran inflasi 3 plus minus 1 persen. Andil inflasi terbesar terjadi pada kelompok bahan makanan terutama cabai merah, minyak goreng, bawang merah dan jeruk dengan total ambil 0,25 persen.

“Di samping itu, Nilai tukar petani (NTP) Oktober 2020 tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yakni yang tercatat sebesar 0,93 persen mtm,” sambungnya.

Penurunan NTP ini disebabkan oleh turunnya harga beberapa komoditas pertanian yakni komoditas sub sektor tanaman pangan, peternakan dan perikanan budidaya, sementara IHK pedesaan tercatat mengalami inflasi sebesar 0,33 persen mtm sehingga menaikkan biaya yang dikeluarkan oleh petani.

Terkait perkembangan inflasi Lampung, dilihat dari sumbernya, tekanan inflasi pada bulan Oktober 2020 didorong oleh peningkatan tekanan harga pada kelompok makanan dengan andil 0,16 persen mtm.

Inflasi yang terjadi pada kelompok makanan, khususnya cabai merah disebabkan oleh menurunnya pasokan yang dipicu oleh serangan hama dan faktor musim hujan sehingga menyebabkan terjadinya gagal panen.

“Meski demikian, inflasi yang lebih tinggi pada periode Oktober 2020 tertahan oleh Deflasi yang terjadi pada sebagian komoditas diantaranya telur ayam, beras, partai, semangka, dan tarif listrik,” ungkapnya.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar