#penukaranuang#BI

BI Proyeksikan Penukar Uang Capai 1.500 Orang 

( kata)
BI Proyeksikan Penukar Uang Capai 1.500 Orang 
Layanan penukaran uang di Lapangan Korpri, Badnar Lampung, Senin (27/5/2019). (Lampost.co/ Effran)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menargetkan dapat melayani hingga 1.500 orang dalam pelaksanaan penukaran uang bersama 10 perbankan di Bumi Ruwa Jurai ini. Proyeksi itu dilakukan sepanjang kegiatan di Lapangan Korpri Bandar Lampung, Pelabuhan Bakauheni, dan Bandara Radin Inten II pada 27-29 Mei 2019. 
 
Kepala KPw BI Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan menjelaskan seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di masyarakat menjelang Idulfitri, maka kebutuhan uang pun ikut melonjak. Sebagai bank sentral pihaknya menjamin ketersediaan atas kebutuhan uang itu. Untuk itu, BI pun menyiapkan strategi khusus dalam mendistribusikan uang, baik secara internal maupun eksternal. 
 
"Dari sisi internal kami mengoptimalkan pengelolaan uang diseluruh satuan kerja kas, menjaga ketersediaan kas dan mendistribusikannya, memaksimalkan peran kas titip dan kas keliling dalam distribusi uang," kata Budi dalam penukaran uang bersama di Lapangan Korpri, Senin (27/5/2019). 
 
Dari sisi eksternal, lanjutnya, pihaknya pun memperluas titik penukaran yang bekerja sama dengan perbankan di titik keramaian. Kemudian mengintensifikasi kerja sama dengan penyediaan jasa transportasi dan meminta perbankan untuk mengoptimalkan pengolahan uang, serta menjaga ketersediaan uang di ATM. 
 
Menurutnya, strategi itu dimulai dengan penukaran uang bersama 10 perbankan di Lapangan Korpri dan Pelabuhan Bakauheni pada 27-29 Mei dan Bandara Radin Inten pada 29 Mei. Ia menargetkan penukar uang pada periode tersebut dapat mencapai 1.500 orang dengan maksimal penukaran sebesar Rp4,4 juta per orang. 
 
"Untuk mempercepat proses penukaran, kami menyediakan paket penukaran senilai Rp4,4 juta yang terdiri dari pecahan Rp20 ribu, Rp10 ribu, Rp5.000, dan Rp2.000. Diluar itu masyarakat bisa menukar sesuai dengan jenis pecahan yang diinginkan tanpa melebihi nilai maksimum yang ditetapkan," ujarnya. 
 

Effran Kurniawan



Berita Terkait



Komentar