#UANGPALSU

BI Lampung Terima Laporan 3.190 Lembar Uang Palsu Selama Januari-September 2022

( kata)
BI Lampung Terima Laporan 3.190 Lembar Uang Palsu Selama Januari-September 2022
Ilustrasi. Dok. Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung mencatat, sejak Januari hingga September 2022, telah menerima laporan terkait peredaran uang palsu sebanyak 3.190 lembar.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung, Budiyono mengatakan, pemberantasan uang palsu dilakukan oleh Pemerintah melalui, Badan koordinasi pemberantasan uang palsu (Botasupal).

"Sebagai bagian dari Botasupal, BI berperan aktif dalam upaya penanggulangan uang palsu dengan berpedoman pada strategi pencegahan dan pemberantasan uang rupiah palsu," ujar Budiyono, melalui keterangan tertulis yang diterima Lampost.co, Kamis, 20 Oktober 2022.

Pihaknya menjelaskan, dalam menanggulangi peredaran uang palsu  BI berpedoman pada tiga pilar yaitu, preventif agar uang yang berkualitas dan andal, dilakukan standarisasi dan peningkatan unsur pengaman uang rupiah serta penguatan hasil analisis BICAC (Bank Counterfeit Analysis Centre).

Pilar preemtif yaitu peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap uang rupiah dengan cara edukasi dan komunikasi melalui berbagai channel komunikasi BI.

Kemudian yang ketiga adalah pilar represif, penerapan sanksi tegas terhadap pelaku tindak pidana uang palsu, melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum dan kesiapan dalam memberikan keterangan ahli uang rupiah dari Bank Indonesia.

Maka Bank Indonesia senantiasa mengajak masyarakat, untuk mengenali keaslian uang yang merupakan salah satu upaya pencegahan pengedaran uang palsu. Masyarakat dapat mengenali ciri keaslian uang rupiah kertas dengan cara 3D yaitu dilihat, diraba, diterawang. Selain itu BI juga mengajak masyarakat untuk senantiasa menggunakan pembayaran non tunai dalam bertransaksi sehingga dapat terhindar dari uang palsu.

"Untuk itu kami menggalakkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang bertujuan untuk menciptakan sistem pembayaran yang aman, efisien dan lancar, yang dapat mendorong sistem keuangan nasional bekerja secara efektif dan efisien. GNNT juga diharapkan mampu meminimalisasi kendala dalam pembayaran tunai dan pada gilirannya akan dapat mewujudkan ekosistem cashless society," ujar Budiyono.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar