#QRIS#BILampung#PUSAKA#BPOM

BI Lampung-BPOM Luncurkan SIAP QRIS

( kata)
BI Lampung-BPOM Luncurkan SIAP QRIS
Bank Indonesia Provinsi Lampung bersama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) meluncurkan Program Sehat, Inovatif dan Aman pakai QRIS. Lampost.co/ Sukisno


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Lampung bersama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandar Lampung beserta dengan stakeholders secara perdana melakukan peluncuran Program Sehat, Inovatif dan Aman pakai (SIAP) Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk dikuatkan dalam program Produk Unggul, Sehat, Berkualitas dan Aman (PUSAKA).


Adapun program SIAP QRIS PUSAKA ini diterapkan di 7 Pasar Tradisional dan 1 Pusat Perbelanjaan Modern/Mall di Provinsi Lampung, diantaranya Chandra Supermarket, Pasar Bambu Kuning, Pasar Pasir Gintung, Pasar Kangkung, Pasar Panjang dan untuk kota Metro di Pasar Cendrawasih dan Kopindo, serta Kabupaten Pringsewu di Pasar Gading Rejo.

Implementasi program ini terselenggara berkat kerja sama dan dukungan yang luar biasa dengan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) Bank yakni Bank BRI, BNI, Mandiri, BSI, BCA, dan Bank Danamon.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiyono mengatakan program ini merupakan sebuah kolaborasi dengan BBPOM di Bandar Lampung dengan upaya menyediakan fasilitas pembayaran digital non tunai dengan tagline #AmanProduknya #AmanPembayarannya.

"Masyarakat bisa lebih efisien dalam melakukan transaksi pembayaran, serta dapat mengikuti perkembangan tren belanja digital terkini untuk produk yang unggul, sehat, berkualitas dan aman," kata Budiyono dalam kegiatan grand launching program SIAP QRIS PUSAKA di pelataran parkir Chandra Superstore Tanjungkarang, Rabu, 22 Juni 2022.

Semakin banyak PJP baik bank maupun non bank yang berpartisipasi, diharapkan banyak masyarakat akan banyak yang gunakan QRIS. "Kita punya target bersama bank baik BUMN dan swasta untuk menjadikan Lampung leading dalam penggunaan QRIS. Sehingga diharapkan penggunaan ini terus digenjot melalui sosialisasi," ujar dia.

Pihaknya terus berupaya mendorong melalui QRIS diharapkan dapat memberikan kemudahan agar bertransaksi dengan mudah. Mulai dari masyarakat yang ingin transaksi di bank, di pasar hingga semua tempat bisa sangat dimudahkan.

"Tak hanya itu saja, tapi untuk pemerintah daerah juga bisa lakukan transaksi menggunakan QRIS agar memberikan kemudahan juga mempercepat proses digitalisasi pembayaran untuk mencapai visi smart city," katanya.

Untuk mendukung implementasi QRIS pada ketujuh pasar dan satu pusat perbelanjaan modern di Provinsi Lampung, Bank Indonesia melakukan penyerahan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa dukungan instalasi jaringan internet wifi selama 12 bulan.

Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi momentum kolaborasi antar lembaga dan pemerintah daerah untuk mewujudkan sinergi dalam upaya pemulihan ekonomi daerah.

"Kami bantu pemasangan wifi guna mendorong sarana dan prasarana pedagang agar QRIS bisa digunakan secara masif di pasar-pasar sehingga implementasi program SIAP QRIS PUSAKA dapat berjalan optimal," ujar dia.

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana menyatakan bahwa Bandar Lampung sebagai ibu kota di Provinsi Lampung diharapkan menjadi etalase bagi semua wadah UMKM dan pasar.

"Diharapkan dengan adanya kolaborasi ini menjadikan kemajuan dan upaya kita mencapai digitalisasi dapat terealisasi dan semakin maju," kata Eva.

Sementara itu, Plt. Kepala BBPOM  di Bandar Lampung, Zamroni menjelaskan jika melalui dukungan pemerintah daerah, program SIAP QRIS PUSAKA ini dapat berjalan baik dan menjadi pertama di Indonesia. Pihaknya berharap inovasi ini menjadi program nasional dengan titik tolak pertama di Lampung.

"Harapan kita jika produk yang dijual oleh pasar yang terpilih adalah sehat dan aman. Namun jika memang penjualannya ditemukan tidak sehat dan aman, maka bisa saja kita akan cabut," kata dia.

Selanjutnya Pimpinan Chandra Group, Alesius Gunawan mengatakan pihaknya merasa bangga mendapatkan kesempatan berpartisipasi dalam mendukung program.

"Selama 38 tahun kami berkomitmen untuk mendukung UMKM seperti memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal sayur mayur serta lauk pauk dengan langsung membelinya dari petani dan nelayan," kata dia.

Dian Wahyu K








Berita Terkait



Komentar