#digitalisasi#umkm

BI Fasilitasi Digitalisasi UMKM Pertanian Dorong Percepat Produksi

( kata)
BI Fasilitasi Digitalisasi UMKM Pertanian Dorong Percepat Produksi
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiyono. (Foto:Lampost/Triyadi)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Lampung terus didorong untuk mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya dengan menggunakan digitalisasi untuk mendorong produksi dan memenuhi permintaan pasar.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiyono menyampaikan pihaknya terus menfasilitasi digitalisasi UMKM binaan untuk mendorong produksi terutama komoditi yang persisten terhadap inflasi. BI Bekerja sama dengan MSMB untuk implementasi sensor tanah (Habibi Nutrition Pro) dan sensor cuaca (Habibi Climate Station) pada lahan demplot.

"Digitalisasi pada UMKM Pertanian terus dimaksimalkan untuk mendorong produksi," katanya, Minggu, 10 April 2022.

Pengembangan komoditas cabai dilakukan melalui program pengembangan klaster ketahanan pangan yang telah dilakukan sejak tahun 2018 di Kabupaten Pringsewu Koperasi Bina Mandiri Jaya. Provinsi Lampung yang saat ini dalam tahap implementasi Program Replikasi Model Bisnis Klaster Cabai. Dengan penerapan produk terkait digital farming seperti sensor cuaca dan tanah, diharapkan petani dapat memperoleh informasi lebih dini dan mendekati riil terkait cuaca dan kondisi tanah.

"Sebelum pembinaan produktivitas 6 ton, pembinaan tahap 1 ekspetasi produktivitas >10 ton, pembinaan tahap 2 ekspetasi produktivitas >20 ton," katanya.

Untuk memastikan ketahanan pangan dan pengendalian disparitas harga antar daerah, KPw BI Lampung dan Pemprov Lampung sedang melakukan Kerjasama Antar-Daerah (KAD) dengan Pemprov Bangka Belitung dan Jawa Timur. Lebih jauh, BI Lampung bersama TPID memperkuat koordinasi dan melakukan komunikasi yang efektif termasuk transitory perilaku inflasi.

"BI Lampung telah melakukan penjajakan dengan BI Kepulauan Bangka Belitung terkait dengan adanya potensi transaksi KAD antar Provinsi untuk komoditas sapi. Terdapat potensi kerja sama dengan salah satu perusahaan sapi besar di Lampung dengan pedagang utama di Bangka Belitung," katanya.

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar