#umkm#bankindonesia

BI Dorong Perbankan agar Ramah UMKM

( kata)
BI Dorong Perbankan agar Ramah UMKM
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung. Dok BI


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bank Indonesia (BI) mendorong perbankan, khususnya anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk ramah terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) demi menghidupkan geliat perekonomian di masyarakat saat pandemi covid-19.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan mengatakan, pihaknya memberikan bantuan teknis kepada UMKM, temasuk pencatatan transaksi keuangan melalui aplikasi SiApik untuk memudahkan laporan keuangan ketika mengajukan pembiayaan kepada lembaga keuangan

"BI juga memberikan bantuan teknis UMKM Go Digital melalui On Boarding UMKM supaya bisa pasarkan produk melalui platform digital juga transaksi digital (QRIS)," katanya kepada Lampost.co, Jumat, 9 Juli 2021.

Baca: Peran Perbankan dalam Permodalan UMKM Perlu Dioptimalkan

 

Termasuk kurasi produk UMKM berpotensi ekspor untuk disertakan dalam promosi perdagangan luar negeri. Budiharto mengatakan, untuk meningkatkan pembiayaan kepada UMKM, BI telah mengeluarkan kebijakan Rasio Pembiayaan Makroprudensial (RPIM) per 1 juli 2021. Sehingga pembiayaan kepada UMKM diperluas dari semula secara langsung, bisa melalui off taker-nya dan melalui penerbitan surat berharga pembiayaan umkm.

"Saat ini BI rutin mepublikasikan suku bunga dasar kredit (SBDK) selanjutnya juga akan dipublikasikan RPIM per individual Bank," katanya.

Sementara itu, Vice President Mandiri Area Bandar Lampung, Yunus Mulya mengatakan terkait dengan pemberian modal usaha berupa pinjaman kepada UMKM di Lampung, ada beberapa strategi yang diberikan pihaknya untuk mempercepat dan mempermudah masyarakat.

"Saat ini semua cabang/jaringan Bank Mandiri yang ada di Lampung bisa melayani permohonan kredit UMKM. Persyaratan simple, proses cepat apabila persyaratan telah terpenuhi, semua sektor usaha bisa mengajukan kredit dan Bank Mandiri aktif ikut dalam program-program pemerintah untuk percepatan pemulihan ekonomi," katanya. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar